Pantun Nasehat Orang Tua Buat Anaknya Terbaru

Advertisement
Advertisement
Penggunaan pantun nasehat adalah bertujuan untuk memikat hati, karena secara tidak langsung yang mendengarkan dinasehati lewat sebuah pantun yang menghibur. Sifat menghibur pantun terletak pada iramanya dan kejenakaannya. Hal ini dapat memberikan pemahaman lebih mudah kepada pendengar, karena lebih mudah dalam penyampaian dan memiliki makna yang terkandung didalamnya.

Pantun memiliki banyak genre yang mencerminkan makna yang terkandung di dalam pantun itu sendiri. Salah satu genre tertua dalam pantun adalah pantun nasehat. Di awal pembuatan pantun oleh para orang tua dahulu adalah bertujuan untuk memberikan nasehat kepada yang mendengarkannya dibalut dalam kata kata berirama menarik.

Sifat manusia jika diberi nasehat akan sedikit kurang bergairah, namun menggunakan cara dibuai dengan keindahan pantun secara tidak mereka sadari sebetulnya mereka sedang mendengarkan nasehat atau jaman sekarang disebut ceramah. Semua itu dapat dilakukan oleh orang tua yang ingin memberikan nasihat kepada anak, tetapi anak tidak merasa terkekang akan nasihat itu.
Pantun Nasehat
Kecerdasan orang tua dahulu dalam hal mengajak anak-anaknya untuk patuh pada kebaikan tidak perlu dipertanyakan lagi. Selain pantun ada juga ajakan kebaikan menggunakan media wayang, tarian dan pementasan seni lainnya. Lewat media-media itulah orang tua dahulu berupaya untuk mengajak seluruh manusia ke jalan kebaikan, dan pada akhirnya sekarang media-media dan kesenian tersebut dijadikan warisan leluhur, budaya yang merupakan kekayaan bangsa.

Maka barangsiapa yang semangat belajar pantun atau setidaknya mencintai karya karya seni pantun mereka telah melestarikan warisan leluhur sekaligus menjaga dengan nyata kekayaan bangsa Indonesia. Tidak bisa dipungkiri, pantun dianggap sebagian anak muda adalah sebagai hal kekunoan. Semakin berkembangnya zaman, seharusnya bisa meenjadikan teknologi sebagai alat untuk menyebarkan pantun-pantun nasehat.

Mereka ada yang lebih suka dengan lelucon lelucon modern hasil perpaduan budaya dari luar. Hal tersebut bukan berarti tidak boleh. Apalagi jika lelucon tersebut dipadukan dengan karya seni lokal seperti halnya pantun. Kami yakin saat ini tidak ada budaya yang murni dari suatu negara, kebudayaan selalu berubah dari masa ke masanya seiring dengan perkembangan zaman dan terjadinya pertukaran informasi dengan pihak luar.

Maka dari itu kita sebagai anak bangsa harus berusaha untuk menjaga keutuhan budaya seperti pantun nasehat dengan cara tetap mencintainya. Apabila bisa kita olah lagi dengan disisipi unsur-unsur modernitas sehingga menjadi pantun nasehat yang dapat memikat minat anak muda zaman modern.

Pantun Nasehat Orang Tua Untuk Anaknya Terbaru:

Judul Info
Pantun Nasehat 1 Klik Disini Untuk Membaca
Pantun Nasehat 2 Klik Disini Untuk Membaca
Pantun Nasehat 3 Klik Disini Untuk Membaca
Pantun Nasehat 4 Klik Disini Untuk Membaca
Pantun Nasehat 5 Klik Disini Untuk Membaca
Pantun Nasehat 6 Klik Disini Untuk Membaca
Pantun Nasehat 7 Klik Disini Untuk Membaca
Pantun Nasehat 8 Klik Disini Untuk Membaca
Pantun Nasehat 9 Klik Disini Untuk Membaca
Pantun Nasehat 10 Klik Disini Untuk Membaca

Pantun Nasehat 1

Anak elang jatuh ke rawa
Ditolong oleh menjangan rusa
Kasih serta sayang orang tua
Senantiasa ada selama masa

Hari rabu menuai kelapa
Airnya fresh hilang dahaga
Hormati Ibu lumayan Bapak
Supaya nantinya masuk surga 

 Kembali Ke Daftar Pantun

Pantun Nasehat 2

Dari apa kue lemang
Dari ketan yang dipanggang
Saat kecil kita ditimang
Bapak Ibu mesti disayang

Ayah tani menanam tebu
Konsumen datang ajukan pertanyaan harga
Wahai ananda hormati Ibu
Lantaran Ibu jalan ke surga
Kembali Ke Daftar Pantun

Pantun Nasehat 3

Empek-empek ditambah cuka
Tidak terbanding nikmatnya rasa
Cobalah saksikan anak durhaka
Didunia hidupnya tersiksa

Beberapa wanita, menggunakan kembang.
Kembang hiasan, merah warnanya.
Kota terkasih, kota Palembang.
Janganlah lupakan, keramahannya.
Kembali Ke Daftar Pantun

Pantun Nasehat 4

Kayu cendana di atas batu.
Telah diikat dibawa pulang.
Kebiasaan dunia memanglah begitu.
Benda yang jelek memanglah terbuang.

Parang ditelak berbatang sena.
Iris buluh simpanlah temu.
Barang dikerja takkan sempurna.
Apabila tidak penuh menyimpan ilmu.
Kembali Ke Daftar Pantun

Pantun Nasehat 5

Hati-hati menyeberang
Jangan sempat titian patah
Hati-hati di rantau orang
Jangan sempat berbuat salah

Bermain musik dengan gitar
Janganlah lupa sembari berpantun
Seandainya anda mau pintar
jadi belajarlah dengan tekun
Kembali Ke Daftar Pantun

Pantun Nasehat 6

Makan mangga dipasar buah
Beli Satu bonusnya Pepaya
Janganlah lupa senantiasa sedekah
Karna itu membuat kamu kaya

Kayu cendana di atas batu
Telah diikat dibawa pulang
Kebiasaan dunia memanglah begitu
Benda yang jelek memanglah terbuang
Kembali Ke Daftar Pantun

Pantun Nasehat 7

Naik kereta ke kota lamongan
Lantas pulang ke gunung ciremai
Janganlah buang sampah sembarangan
Supaya hidup sehat bersih serta damai

Nonton tv acara Mario Teguh
Sembari makan mie selera pedas
Belajarlah dengan sungguh-sungguh
Supaya makin pandai serta cerdas
Kembali Ke Daftar Pantun

Pantun Nasehat 8

Anak rusa masuk ke taman
Senang telah orang memburu
Bila muda buat jadi rekan
Bila tua buat jadi guru

Berakit ke hulu dengan bergalah
Buluh pecah terbelahdua
Orangtua janganlah dilangkah
Nantinya biadap dituduhnya pula
Kembali Ke Daftar Pantun

Pantun Nasehat 9

Kayu cendana di atas batu
Telah diikat dibawa pulang
Kebiasaan dunia memanglah begitu
Benda yang jelek memanglah terbuang

Kemuning ditengah balai
Bertumbuh selalu makin tinggi
Berunding dengan orang tidak pandai
Seperti alu pencungkil duri
Kembali Ke Daftar Pantun

Pantun Nasehat 10

Apa gunanya kita bergalah
Perahu digalah tidak ingin laju
Apa gunyanya kita bersekolah
Diajar guru tidak ingin tahu

Baik-baik menimba perahu
Agar janganlah banyak airnya
Baik-baik kita berguru
Agar segera bisa pelajarannya
Kembali Ke Daftar Pantun

Dan bagi kalian yang tertarik untuk mencoba melestarikan karya seni pantun nasehat orang tua untuk anaknya, boleh mencobanya dengan membuat pantun yang berkualitas. Tahap awal bisa melihat contoh pantun diatas serta dijadikan sebuah referensi yang baik untuk memberikan ide kreatifitas yang dituangkan kedalam sebuah tulisan.

Advertisement