Pantun Jenaka Beraneka Kategori Terbaru 2016

Advertisement
Advertisement
Pantun jenaka adalah karya seni berupa sastra warisan para leluhur yang berasal dari masyarakat Melayu. Perhelatan upacara budaya jaman dahulu selalu dihiasi dengan pementasan pantun dengan tingkat kelucuan yang menghibur. Pantun dahulu memiliki nilai sakral karena seringnya digunakan dalam upacara upacara adat dan berisi tentang petuah atau nasihat dari para leluhur.

Berkembangnya zaman berpengaruh pula pada perkembangan pantun yang semakin lama semakin ditinggalkan. Jika dahulu pantun bernilai sakral maka saat ini pantun lebih bersifat fleksibel dapat dibuat oleh siapapun dan dapat digunakan untuk kebutuhan apa saja. Meskipun telah mengalami perkembangan, namun kaidah-kaidah pantun tetap diperhatikan sehingga keindahan pantun dan kecirikhasannya tetap kental terasa.

Dampak positif dari perkembangan pantun ini adalah anak-anak muda menjadi lebih menghargai pada budayanya. Melestarikan salah satu warisan leluhur dengan belajar membuat karya sastra berupa pantun. Bahkan anak-anak sekolah dasar sudah diberikan pemahaman tentang pantun melalui pemebelajaran disekolahnya. Hal itu berarti dari usia dini anak-anak telah dilatih oleh gurunya untuk mencintai budaya dan beperan aktif melestarikannya.
Pantun Jenaka
Rumpun melayu yang di dalamnya termasuk negara kita Indonesia dan negara tetangga seperti malaysia sangat mengenal pada karya sastra pantun. Masing-masing negara memiliki ciri khas dalam pembuatan pantun, bahkan di Indonesia sendiri pun pantun beraneka ragam menyesuaikan dengan adat masing-masing sukunya. Pantun ini menjadi yang paling banyak diminati karena dapat sekaligus menjadi bahan hiburan.

Pantun modern berisi tidak hanya melulu berisi nasihat, pantun modern bisa lebih fleksibel. Pantun untuk anak muda berbeda dengan pantun untuk anak-anak dan tentunya berbeda pula dengan pantun jenaka untuk orang dewasa. Pantun jenaka untuk anak muda biasanya bertemakan cinta dan persahabatan. Rayuan cinta yang diramu dengan pantun jenaka akan menjadi sangat menarik didengarkan.

Untuk membuat pantun jenaka harus memiliki kaidah-kaidah pantun dan itu adalah wajib hukumnya. Adapun isinya tidak memiliki patokan khusus, kaidah-kaidah yang wajib ada pada pantun jenaka dan pantun jenis lainnya terletak pada adab, dan bunyi rima beraturan. Hal ini sudah dilakukan turun temurun untuk memberikan nilai positif yang baik dan enak untuk diperdengarkan kehalayak masyarakat banyak.

Pantun Jenaka Lucu Terbaru 2015:

Judul Info
Pantun Jenaka 1 Klik Disini Untuk Membaca
Pantun Jenaka 2 Klik Disini Untuk Membaca
Pantun Jenaka 3 Klik Disini Untuk Membaca
Pantun Jenaka 4 Klik Disini Untuk Membaca
Pantun Jenaka 5 Klik Disini Untuk Membaca
Pantun Jenaka 6 Klik Disini Untuk Membaca
Pantun Jenaka 7 Klik Disini Untuk Membaca
Pantun Jenaka 8 Klik Disini Untuk Membaca
Pantun Jenaka 9 Klik Disini Untuk Membaca
Pantun Jenaka 10 Klik Disini Untuk Membaca

Pantun Jenaka 1

Pelatuk besi lupuh melurut
Harimau dahan pelandok melompat
Melenguh sendi siku serta lutut
Balikkan tubuh biduk terjungkat

Hari munggu sudahlah siang
Sesudah sing menuju petang
Ditunggu tungu tidak jua datang
Sekali datang kok nagih utang..

Bila ada sumur diladang
Bolehlah kita menggosok-gosok gigi
Bila kamu diwarung padang
Bolehkah kita ditraktir lagi.. 

 Kembali Ke Daftar Pantun

Pantun Jenaka 2

Ke cimanggis beli kopiah
kopiah indah kan kau dapati
demikian banyak gadis yang singgah
cuma dinda yang memikat hati..

Pisang nangka buat kolak
Jambu biji di blenderin
Jika nona terus galak
lebaran depan gak dimaafin..

Pergi ke pasar naik onta
Beli anting intan permata
Tidak perduli situ telah tua
Yang utama sama-sama mencinta..
Kembali Ke Daftar Pantun

Pantun Jenaka 3

Beli aspirin obat mata
anak kuda di tepi kali
agar miskin saya terus cinta
Lantaran harta mudah di cari.

Buat apa panen kelapa
bila belum tumbuh tunas
Buat apa beli vespa
Angsuran kompor saja belum lunas..

Layangan putus nyangkut di paku
Pakunya nempel di jemuran baju
Cinta mu tulus cuma buat ku
Namun sayang mamaku tidak setuju...
Kembali Ke Daftar Pantun

Pantun Jenaka 4

Aaca koran sembari bergolek
Rambut panjang di potong pendek
Bila anda terasa jelek
Janganlah sukalah sama-sama mengejek..

Memasak ikan didalam peti
Paling enak digabung terasi
Stylenya saja seperti selebriti
Namun dompetnya kagak diisi..

Hujan turun rintik-rintik
Duduk berdua diteras rumah
Mau mempunyai cewek cantik
Prasyaratnya rumah serta mobil elegan..
Kembali Ke Daftar Pantun

Pantun Jenaka 5

Beribu-ribu pedagang peyek
Cuma 1 pedagang skotang
Beribu-ribu orang yang jelek
Cuma saya yang paling ganteng..

Bakar ikan gunakan bambu
Bungkus ikan gunakan daun pisang baru
Bukanlah maksud buat mengganggu
Hanya ingin katakan ko tubuhmu bau..

Masak ayam masak tumis
Irislah tidak tebal hingga habis
Selasa malam hujan gerimis
Dompet tidak tebal makin kritis..
Kembali Ke Daftar Pantun

Pantun Jenaka 6

Buah belimbing diatas peti,
Buah pisang didalam guni,
Mencari lah pendamping juga sebagai ubah,
Agar hidup tidakkan sunyi,

Pulau bidare banyak labi.
Akan menangkap si ikan duri...
Bila menampik sunah nabi...
Kelak dikira lupe ngan diri...

elok tungu tiga persegi
suka dimasak berkali-kali
apabila bristeri turut sunah nabi
adakah keadilan bisa diberi
Kembali Ke Daftar Pantun

Pantun Jenaka 7

Kerak telor berlapis lapis
Kerang hijau bumbu bakar
Janganlah menor, ngesok artis
Utangmu belum dibayar

Wajahmu memanglah imut
Bodymu kaya siput
Tingkahmu bikin ku salut
Namun sayang hobymu kentut.

Bila ada sumur di ladang
Bolehlah kita numpang mandi
Bila tak ada sumur diladang
Ya mandinya di kali
Kembali Ke Daftar Pantun

Pantun Jenaka 8

Air tawar ditambah gula
Lantas dihidang beralaskan kain
Memanglah awak mencari bala
Pergi menepuk dada yang lain

Bertelepuk emas di atas kain
Ada sirih bergambir tiada
Tidak menepuk dada yang lain
Dada sendiri berdaging tiada

Garu pelandok lumut garit
Gugur pucuk habis kontot
Lantas bidukku umbut berkait
Lenguh sendi siku serta lutut
Kembali Ke Daftar Pantun

Pantun Jenaka 9

sangat sedih cretaku ini
mau ketawa sakit d hati
dahulu dia kata perindu sepi
rupanya dia dah tiga bini

memanglah dah tau peria tu pahit
digoring juga dengan udang
dah tau bermadu tu perit
baik brundur saat sebelum diserang

akan ketawa sakit gigi
akan menangis sakit di hati
dari hidup menyeksa diri
baik ku sendiri hingga mati
Kembali Ke Daftar Pantun

Pantun Jenaka 10

Tuah merbuk pada kung-nya
Bandan menukik begap rupa
Raja Chola menggeleng kepala
Beralih tepuk pada dada
Padan jadi usap dimuka
Inikah sinyal millenium tiga?

buah pisang didalam guni
di jual juga di pasar pagi
malu buat mencari penganti
dikata orang tidak sadar diri

masak gulai ikan pari
sembari goring sayur petola
misal adik merasa dihati
ku susun jari maaf ku pinta
Kembali Ke Daftar Pantun

Indonesia memiliki banyak budaya yang harus dijaga dan dilestarikan terutama oleh anak muda masa kini. Jangan sampai seperti pantun jenaka terbaru diatas dilupakan dan hanya dijadikan sejarah yang terlupakan oleh waktu yang terus berlalu. Hal ini akan mengakibatkan budaya kita ditiru bahkan diakui oleh negara yang lain didunia.

Advertisement