Cerpen Remaja Anak Terbaru Masa Kini

Advertisement
Advertisement
Cerpen remaja merupakan cerpen yang dibuat atau diciptakan untuk kalangan anak remaja, cerita pendek remaja banyak sekali kategorinya tapi yang banyak digemari di kalangan anak remaja salah satunya adalah cerpen cinta. Cerita yang mengisahkan tentang cinta merupakan hal yang paling di gemari oleh anak masa kini sebagai masa puber.

Pada masa remaja sangat cocok sekali membaca cerpen remaja yang cerita didalamnya mengandung cerita cerita postif, sehingga cerita tersebut dapat diaplikasikan ke dalam kehidupan mereka yang positif. Dengan hal positif dapat menumbuhkan rasa yang baik yang berdampak bukan hanya pada dirinya sendiri melainkan terhadap lingkungan sekitar.

Cerpen ini mungkin untuk jaman sekarang tidak begitu di minati oleh para remaja masa kini, mereka bisanya lebih memilih membaca novel namun perbedaan cerpen dengna novel atau bacaan lainya, cerpen merupakan bacaan yang singkat yang memudahkan dalam mencerna isi dari cerita tersebut. Novel memiliki sebuah karakter seseorang atau lebih yang perlu kita pamahi sebagai pembaca.
Cerpen Remaja
Cerpen dalam kategori untuk remaja beraneka ragam dengan judul yang menarik mungkin ini kategori tentang persahabatan, cinta yang paling banyak di baca atau digemari dikalangan para remaja, dengan usia sekitar smp sampai sma mungkin itu termasuk dalam usia remaja. Cerpen remaja ini cocok sekali dibaca oleh usia remaja dengan umur antara 13-18 tahun.

Konteks dalam hal lain cerpen remaja juga harus dalam konten yang membangun dan memberi pelajaran agar pembaca dapat berfikir secara posifit. Dengan demikian generasi masa kini dapat lebih dewasa dibandingkan umurnya, sering membaca cerpen dengan tingkatan sejajar dengan umurnya dan tentu tidak melenceng dari norma-norma yang ada dapat menimbulkan rasa percaya diri lebih terhadap para pembaca.

Sebagai bacaan yang baik cerpen ini dapat dijadikan sebuah inspirasi untuk kalian yang ingin mencoba membuatnya, baik berupa cerpen cinta, persahabatan dan masih banyak lagi jenis cerpen yang dapat menjadi tolak ukur seseorang membuatnya. Dibawah ini ada beberapa contoh cerpen remaja dengan beberapa kategori diantaranya.

Cerpen Remaja Anak Masa Kini Terbaru :

Judul Info
Cerpen Remaja 1 - Penyesalan Klik Disini Untuk Membaca
Cerpen Remaja 2 - Setelah Waktu Ashar Klik Disini Untuk Membaca
Cerpen Remaja 3 - Pembaca Puisi Klik Disini Untuk Membaca
Cerpen Remaja 4 - Tak Tergenggam Klik Disini Untuk Membaca
Cerpen Remaja 5 - Ketidakjujuran Klik Disini Untuk Membaca

Cerpen Remaja 1 - Penyesalan

Namaku Dita saya memiliki seseorang teman dekat bernama Dira serta Dina di universitas kami kerap dijuluki (3D). Persahabatan kami mulai terjalin waktu kami masih SMP sulit senang, tangis serta bahagia kami telah lewati berbarengan.

Persahabatan yang telah terjalin demikian lama, mendadak retak lantaran Dina salah satu sahabatku mempunyai seseorang pacar notabenenya tak di ketahui asal usul cowok itu. Satu hari Dira memberikan nasehat Dina namun Dira jadi dikira menghancurkan hubungan dengan pacarnya. Persahabatan kami mulai retak waktu itu, Aku juga sebagai teman dekat cuma memberikan nasehat mereka supaya akur kembali namun usahaku cuma percuma Dina tak moresponya sedikit juga.

Sedang Dira senantiasa berupaya buat mohon maaf bila dia salah namun Dina jadi makin geram, dikarenakan dia tak dimaafkan Dira senantiasa menangis di depanku serta senantiasa berkata “Apalah makna persahabatan yang dijalin sampai kini bila selanjutnya hancur dikarenakan cowok penipu itu”. Dira mengganggap bahwa pacar Dina hanya seseorang penipu dia cuma mempermainkan Dina.

Dira makin tak tahan dengan tingkah laku Dina terhadapnya yang telah tak memandangnya lagi juga sebagai teman dekat, waktu itu dia mengambil keputusan buat geser kuliah keluar negeri. Kepergiannya tak ada yang tahu terkecuali pihak universitas serta keluarganya, juga sebagai seseorang teman dekat saya terasa kehilangan serta sedih.

Kalimat paling akhir yang saya terima darinya melalui sms saat itu” Walau perih merasa hadapi kekeliruan yang belum dimaafkan, Tuhan baik pada yang memerlukan, Tuhan baik pada yang terluka. Maaf sahabatku saya pindah kuliah ke Australia tanpa sepengatahuanmu, saat ini aku telah ada di bandara sebentar lagi pesawat yang ingin ku tumpangi pergi, Satu waktu aku akan tiba menemuimu. Wassalam Sahabatmu DIRA.

Derai air mata tidak dapat ku bendung lagi, rasa kehilangan atas kepergian seseorang teman dekat, dari relut hati yang masih tetap menangis namun apa daya tak ada yang dapat kuperbuat lantaran dia sudah pergi. Cuma doa yang dapat kupanjatkan mudah-mudahan dia bahagia ditempat barunya serta mempunyai seseorang teman dekat yang jauh lebih baik dariku.

Tiga bulan kepergian Dira, Dina datang ajukan pertanyaan ”kemana Dira mengapa sampai kini saya tidak pernah melihatnya lagi”. Kalimat itu makin membuatku sakit serta sedih atas kepergian Dira. Saat sebelum pertanyaan Dina saya jawab, dia segera menangis lantaran cowok yang telah dia anggap seseorang dewa malah menghianatinya, Dina mendapatinya selingkuh serta saat ini cowok tersebut di penjara dengan bukti sebagian masalah penipuan sudah dilakukannya kesejumlah orang.

Hati Dina waktu itu betul-betul hancur serta rasa penyesalan yang ada pada batinya makin membuatnya menangis lantaran telah menyakiti hati sahabatnya yakni Dira. Dia ingin mohon maaf pada Dira namun aku berkata “percuma lantaran Dira telah tak ada lagi di Indonesia saat ini dia telah pindah kuliah ke Australia tiga bulan yang lalu serta saat ini telah tak ada berita dari dia”. Dina makin sedih serta terasa bersalah lantaran sikapnya yang bikin Dira pindah kuliah. Penyesalan tinggallah penyesalan, penyesalan telah tidak bermakna lagi seluruhnya telah digariskan seperti ini.

Sepuluh bulansudah berlalu berita dari Dira bulum juga ada Namun saya tidak bakal pernah melupakan bahwa saya pernah mempunyai seseorang teman dekat yang terjalin demikian lama dari mereka berdua.

 Kembali Ke Daftar Cerpen

Cerpen Remaja 2 - Setelah Waktu Ashar

Musim kemarau belum juga selesai. Dibeberapa desa di sekitar Kecamatan Guci alami kekeringan, terlebih yang paling berimbas yaitu beberapa petani yang memercayakan pengairan dari aliran sungai serta curah hujan. Telah dua bln. Sungai Erang yang membelah desa Cilongok dengan desa samping juga terserang efek kemarau panjang. Airnya surut, hingga tak cukup mengaliri irigasi desa. Sumur-sumur wargapun alami pendangkalan, mesin pompa air tak dapat mengangkut air dari kedalaman 15 hingga 20 meter di bawah tanah naik keatas lewat pipa-pipa peralon. Untungnya masih tetap ada warga yang masih tetap memakai timba katrol, itupun mesti menaikkan panjang talinya agar meraih permukaan air.

Pada situasi itu warga desa Cilongok yang beberapa besar warganya bermata pencaharian juga sebagai petani, cuma memercayakan menanam ubi serta palawija saja pada tempat pertanian ataupun kebunnya. Beberapa ada yang menanam kangkung di dekat aliran air, lantaran tempat disitu tanahnya layak gembur walaupun tidak berair. Beberapa pemudanya ada yang merantau ke Jakarta, juga sebagai buruh bangunan, atau sebatas ikut-ikutan berdagang dengan sanaknya yang telah berhasil di sana.

Sore sesudah Ashar di musim kemarau itu, bagai umum Ridho beserta sebagian rekan sepermainannya, Jamil, Samian, Imam serta Warno mengaji sorogan juz ama dirumah kyai Asnawi.
Sorogan, datang dari kata sorog (bhs Jawa), yang bermakna menyodorkan, karena tiap-tiap santri menyodorkan kitabnya dihadapan kyai atau ustadz sebagai asisten kyai. Berdasarkan Zamakhsyari Dhofier cara sorogan yaitu “sistem pengajian yang di sampaikan pada murid-murid dengan cara individual”. Mastuhu mengartikan cara sorogan yaitu “Belajar dengan cara perorangan dimana seseorang santri bertemu dengan seseorang guru, berlangsung hubungan sama-sama mengetahui di antara keduanya”. Serta begitulah kyai Asnawi yang telah makin dari 20 th. mengbdikan hidupnya buat mengajarkan pengetahuan agama, walau cuma buat lingkup kecil di desa Cilongok. Namun santrinya ada lumayan yang datang dari desa tetangga, bahkan juga yang dari desa dekat kecamatan juga ada yang datang mengaji pada beliau. Sebagian santrinya ada yang telah pergi mondok di sebagian pesantren terkenal di Jawa Tengah serta Jawa Timur. Satu diantaranya yaitu putra pertama beliau yang saat ini turut menolong ngajari Ridho serta kawan-kawannya ngaji dengan system sorogan. Ridho serta santri-santri lain umum memanggilnya Kang Rosidi.

Pada cara ngaji sorogan yang kang Rosidi aplikasikan, tak seluruhnya santri ngajinya meraih ayat atau surat yang sama. Ngaji mereka sesuai dengan tingkat kekuatan membaca dengan lancar serta baik bacaannya. Yang cerdas pemahaman serta bacaannya, tentu ia telah jauh melampaui pelajaran santri yang lain. Akan tetapi ada lumayan yang lelet langkah menangkap pelajaran dari kang Rosidi. Bagai Samian yang sudah berkali-kali kang Rosidi sampaikan langkah melafalkan bunyi bacaan, akan tetapi langkah ia menangkap bunyi bacaan dalam bhs Arab susah buat di katakan oleh lidah jawa-nya.

“ Mian, cobalah anda ikuti bagaimanakah bibir serta lidahku berbunyi, cermati nih baik-baik! ” Kang Rosidi coba menuturkan serta memberi tahu pada Samian. Samian Hanya menunduk, sesekali matanya mengerling pada rekan-temannya yang telah usai makin dahulu serta menanti pulang. Ridho serta Jamil cekikan menggoda Samian yang mulai gugup.

“ Was.. Salaamu…, Cobalah ikuti! ” Kang Rosidi mendikte bacaannya.

“ Was.. was.. ” Samian terbata-bata mengatakan, Ridho serta rekan lain di belakang tutup mulutnya dengan tangan, menahan tawa.

“ Was.. Salaamu.., ” Kang Rosidi mengulang bacaannya.

“ Was.. Wasa.. lemu.. ” Samian mengatakan bacaan yang aneh, Kang Rosidi menunduk mesem, dalam batinnya ia tidak kuasa lumayan menahan tawa oleh bunyi yang keluar dari mulut Samian.

“ Bukanlah Wasa lemu Mian, salah anda.. namun Wassalaamu.. Bila Wasa lemu itu berarti Si Wasa gendut dong.. ” Kang Rosidi tertawa kecil. Sesaat Ridho serta rekan lain tertawa terpingkal-pingkal, kesempatan ini mereka tidak kuasa membendung nada tawa mereka. Lihat tingkah Ridho serta rekan lain, Samian lebih gugup, ia Hanya mengepalkan tangannya, ditunjukkannya pada Ridho.

“ Eh, Ridho, Jamil! Di luar sana, janganlah ganggu! ” Kang Rosidi memperingatkan Ridho serta rekan-temannya buat tidak mengganggu.

Sesudah sekian kali Kang Rosidi membimbing Samian buat melafalkan kata ‘Wassalamu’, pada pengulangan bacaan yang ke-23 kalinya pada akhirnya Samian sukses mengatakan dengan benar. Kang Rosidi dapat bernafas lega, ia menggelengkan kepalanya.

“ Cobalah Mian, kelak belajar lagi pengucapannya dirumah, janganlah main selalu.. belajar yang bener-bener! ” Pesan Kang Rosidi.

“ Nggih Kang.. ” Samian mengangguk serta masih tetap menunduk.

“ Ya telah, saat ini baca Wal ashri…panggil Ridho, Jamil serta yang lain “ Kang Rosidi berikan perintah buat mengakhiri ngaji sore itu.

Tidak menanti lama Samian berikan kode dengan tunjukkan muka kesalnya pada Ridho supaya mereka yang dari tadi cekikan di luar jendela selekasnya masuk.

Petang kemarau yang teduh itu menggema oleh nada riuh santri-santri kecil yang membacakan surat Al Ashr di mushola Kyai Asnawi. Matahari merah jambu pelan-pelan turun, sembunyi di balik cakrawala. Indah sekali desa panorama di desa Cilongok mendekati senja di musim kemarau bln. Juni.
Kembali Ke Daftar Cerpen

Cerpen Remaja 3 - Pembaca Puisi

“ Amerika bisa bangga oleh Senjata nuklir-nya
Inggris bisa bangga dengan Poundsterling-nya
Jepang bisa bangga dengan film animasi-nya
Arab bisa bangga dengan Mekah serta minyak-nya
Australia bisa bangga dengan Kangguru serta Koala-nya
Perancis bisa bangga oleh Fashion serta menara Eiffel-nya…

Buat Indonesia!! mesti makin bangga lagi lantaran mempunyai desa Cilongok, kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal, yang anak-anaknya keren, baik, serta pandai mengaji!! “.

Demikian orasi puisi yang dibacakan oleh Jamil didepan kelas yang disambut riuh tepuk tangan serta gelak tawa seisi ruangan kelas 5 , SDN Cilongok.

“ Hebat sekali puisimu Jamil, dapat menggetarkan seisi ruang serta jagat raya ini, .. mana tepuk tangannya anak-anak? ” Demikian pak Sugiyono berikan animo serta aplausnya yang lalu disusul oleh riuh tepuk tangan seisi kelas.

Pak Sugiyono guru wali kelas 5 berniat berikan materi pelajaran Bhs Indonesia di jam akhir pelajaran, sesudah jam istirahat. Pada jam-jam paling akhir ini memanglah jam nya beberapa murid mulai bermalasan, otak mereka mulai capek buat memikirkan terlebih mengkalkulasi. Pekerjaan bikin puisi yang didapatkan dua hari pada awal mulanya jadi PR buat anak-anak kelas 5. Mereka ditugaskan bikin puisi dengan tema bebas, bisa perihal alam, perihal kehidupan, perihal persahabatan maupun perihal nasionalisme. Puisi yang dibacakan Jamil tadi adalah puisi yang ia karang dengan tema nasionalisme, kebanggaan pada desa kelahirannya. Puisi itu dia beri judul ‘Kebangganku”.

Acara baca puisi layak bikin anak-anak kelas 5 jadi melek, mereka terhibur serta konsentrasi memerhatikan tiap-tiap puisi yang dibacakan siswa dengan cara bergiliran di depan kelas. Pak Sugiyono lah yang menyemangati tiap-tiap tampilan baca puisi beberapa siswa dengan stylenya yang serupa MC pertunjukan musik dangdut setiap saat mempersilahkan siswa buat maju ke depan, serta berikan aplaus diakhir pembacaan puisi.

“ Baiklah, buat mempersingkat saat.. Marilah kita tunjukkan pembaca puisi setelah itu.. Ade Heryaniii.. dari kelas 5 SD Negeri Cilongok!! ” Pak Sugi mulai memanggil nama selanjutnya dengan style ngemsi-nya. Tidak lama Ade Heryani, salah satu siswi kelas 5 maju kedepan kelas, berwajah tidak dapat menyembunyikan kegugupan.

“ Apa judul puisi yang bakal kau bacakan didepan beberapa hadirin yang luar umum ini De? ” Pak Sugi berakting seakan dia seseorang pembawa acara yang terlibat perbincangan dengan seseorang penyanyi dalam pentas panggung musik yang umum disiarkan tv swasta.

“ Puisi ini saya beri judul Debu, pak. ” Ade menuturkan.

“ Hmm.. Ayah serta beberapa hadirin di sini telah tak sabar dengarkan puisimu. ”, Lalu pak Sugi melantangkan suaranya makin keras didepan siswa kelas 5, kesempatan ini stylenya bagai MC dalam kompetisi Tinju di Las Vegas.

“ Ladies and Gentlemen… Kita sambut saja tampilan dari Ade Heryani dengan puisinya yang berjudul, Deee.. buuu!! ”.

Ruangan kelas jadi hening, saat Ade memandang kertas puisi yang siap ia bacakan, sesaat ia melihat ke seputar kelas, memandang satu persatu muka rekan-temannya, lalu bibirnya mulai membaca, matanya diarahkan ke tulisan-tulisan di atas kertas.

DEBU
Saat bakal kembalikan kita jadi debu-debu, berbaur menyatu dengan alam semesta..
Cuma gambar yang terekam,
Nada yang melantangkan kebajikan,
Jejak-jejak ke-shalih-an,
Serta tulisan yang diperbaharui terus-terusan,
Yang diwariskan turun temurun,
bakal mengabadikan nama kita.. selama histori manusia
Debu itu bakal terbang membumbung mendekati sinar yang makin tinggi..
Sinar Kekal yang menghimpun debu-debu, Sinar Illahi…

Hingga disitu Ade berhenti mengkhiri bacaan puisinya, kesempatan ini pandangannya diarahkan ke Pak Sugi, yang dari tadi bersedekap tangan, berdiri tertegun memerhatikan di depan pintu. Situasi dalam kelas sepi tidak bertemura, bagai jangkrik terinjak kaki, hening sepanjang 10 detik sesudah Ade hentikan pembacaan puisinya.

“ Luaar umum!! Beri tepuk tangan buat puisi yang luar umum ini beberapa hadirin.. ”. Pak Sugi memecah keheningan itu, serta berikan isyarat aba-aba supaya beberapa siswa berikan aplaus yang meriah buat Ade. Riuhlah lalu ruang kelas, gaduh bagai nada di pasar induk pada pagi hari, oleh tepuk tangan dari 35 gunakan tangan siswa kelas 5 SD Negeri Cilongok.

Satu-persatu siswa bergiliran membaca karya puisi yang mereka bikin. Beragam jenis judul serta tema yang di sampaikan oleh beberapa siswa, ada yang panjang, ada yang pendek puisinya. Tidak reda lumayan nada riuh tepuk tangan serta sorak-sorak siswa kelas 5 setiap saat siswa yang tampak membaca puisi mengakhiri pembacaan puisinya.

Hari makin siang, jam dinding diatas papan catat yang diapit di antara photo presiden serta wakil presiden tunjukkan jam sebelas kurang lima menit. Pak Sugiyono mengakhiri mata pelajaran Bhs Indonesia kesempatan ini. Beberapa siswa ada yang belum pernah membacakan puisinya, mesti menundanya hingga keesokan hari.

“ Anak-anak, kalian yang belum pernah membacakan puisinya, masih tetap ada peluang buat melakukan perbaikan puisinya jadi makin bagus lagi… Besok giliran kalian yang belum, Perlihatkan karya spektakulermu di panggung ini! ” Pak Sugiyono berakting lagi mengikuti style MC salah satu acara pertandingan idol di TV swasta, menantang peserta yang memiliki bakat pencipta serta pembaca puisi.

“ BAAAIIIIK PAAAAK!!! ” Serempak beberapa siswa merespon tantangan pak Sugi.

“ Baiklah, saat ini waktunya membaca doa, kemudian pulanglah.. banyak belajar dirumah. ” Pak Sugi mengakhiri jam pelajarannya.
Kembali Ke Daftar Cerpen

Cerpen Remaja 4 - Tak Bisa Tergenggam

Burung Kutilang Bersenandung
Menghibur diriku yang termenung
Termenung pikirkan hati yang mendung
Bagai tangan kanan yang oleh kiri tidak tergenggam

Saya mau membisikan pada angin
Kirimkan sepucuk surat selamat buat sang idola hati
Saya juga mau berikan amanah pada Mentari
Hiburlah dia senantiasa pada hari harinya…
Kembali Ke Daftar Cerpen

Cerpen Remaja 5 - Ketidakjujuran

Pernah tidak loe ngrasain, loe sukai sama seorang namun posisi loe juga sebagai teman dekat sebaiknya? Loe tidak mau do’i tahu jika loe sukai sama do’i, lantaran takut do’i bakalan ngejauhin loe. " Kapan gue dapat lepas dari derita ini, mengapa, mengapa loe tidak ngerti... " disetiap mimpi, gue cuma dapat mengharapkan ada keajaiban hingga ia pada akhirnya tahu apa yang gue rasakan. Tap ya, begitulah, seluruhnya pada akhirnya berlalu hingga pada akhirnya hatiku beku... Gue ngrasain hal semacam itu, satu tahun lebih yang lalu….

Gue pertama kenal do’i waktu gue masih tetap duduk dibangku SMP, masih tetap lugu banget kan tuh? Awalannya gue sama do’i temanan, ya teman umum, namun makin lama teman umum itu beralih jadi teman dekat. Lantaran do’i senantiasa ada waktu gue perlu, senantiasa ada waktu gue ngarepin ada seorang yang ngibur gue, senantiasa anggota gue apa yang gue butuhin.

" Anda tempo hari kemana kok tidak masuk siih? "
" Saya sakit, agak batuk dikit gitu..? "
" Oh..... kok saat ini pergi, memang telah sembuh, telah ke dokter belum, telah minum obat, kok tidak katakan ke saya sih kali anda sakit... "

Begitulah, hari untuk hari tidak paham bagaimanakah akhirny kedekatan guw sama do'i makin merasa. Pada akhirnya jJadi teman dekat deket banget, dari sharing bareng, hang out bareng, yah pokoknya kerap bareng gitu. Sampai gue sadar, gue terasa kesepian bila tidak ada do’i disamping gue.

Satu waktu do’i sharing ke gue, do’i lagi seneng sama seorang. Sikap gue waktu itu, ya gue seneng dengernya, namun didalem, terasa ada suatu hal yang salah sama perasaan gue. Perasaan takut. Perasaan takut bila do’i ninggalin gue. Bila posisi gue –orang paling dekatnya, digantikan oleh cewek itu. Gue gusar.

Do’i mulai dekatin cewek itu. Berikan perhatian sama cewek itu, baik sama cewek itu. Gue perhatiin do’i, do’i seneng banget deket cewek itu. Sedikit untuk sedikit, do’i mulai ninggalin gue. Sendiri. Walau terkadang do’i tetep sharing ke gue, namun itu jadi bikin gue sakit. Lantaran do’i hanya bercerita tentang idola hatinya. Waktu itu, dalam hati gue mengutuknya. Cowok bodoh, maska do’i tidak sensitif sama perasaan gue sih?

Serta pada akhirnya gue tahu apa yang salah sama perasaan gue. Gue sukai sama do’i…. ~

Cintanya bertapuk samping tangan nyatanya, do’i sedih. Gue lumayan ikut-ikutan sedih. Namun tak tahu mengapa, ada rasa lega di dalam hati gue. Gue aman. Do’i bakal kembali deket sama gue. Cowok yang tidak sensitif ini kembali sama gue. Gue mengharapkan do’i sensitif sama gue.

Satu waktu, saat misahin kami berdua. Hingga detik inipun do’i tidak ngucapin hal yang gue harepin. Sampai gue berpisah sama do’i, bukanlah lantaran ada permasalahan. Namun lantaran tempat studi gue beda sama do’i. Walau jauh, namun gue serta do’i tetep menjalin komunikasi. Walau tidak sedeket awalannya. Makin menambahnya usia, kita lakoni hidup masing masing. Makin tidak sering juga kami berkomunikasi. Namun gue tidak kesepian, lantaran gue bersua beberapa orang serta teman dekat baru. Perasaan itupun hilang.

Gue ketemu do’i lagi. Bercengkrama lagi, deket lagi. Sebagian bln. lalu, do’i ngomong jujur sama gue. Do’i pernah sukai sama gue. Gue kaget. Mulai sejak kapan? Mulai sejak do’i pertama kenal gue, namun selanjutnya do’i nyerah lantaran gue tidak pernah nanggepin perasaannya. Bahkan juga waktu do’i katakan do’i sukai sama cewek lain juga, gue jadi seneng. Do’i makin meyakini, bahwa gue hanya nganggep do’i juga sebagai teman dekat, tidak makin. Do’i nyerah sama perasaannya.

Gue diem. Jadi, do’i senantiasa ada waktu gue perlu lantaran do’i sukai sama gue? Do’i deket sama gue? Kerap telpon, sms, serta komunikasi lain-lain itu walau kerap ketemu? Serta... Saat itu do’i tidak serius sukai sama cewek itu? Hanya buat mancing perasaan gue?

Gue mikir, sesungguhnya salah siapa sih? Salah gue yang tidak sensitif? Gue terlampau bodoh? Atau salah ketakutan gue ngrusak persahabatan kami? Atau... salah do’i yang tidak mau jujur waktu do’i ngrasain itu?

Dan…. jawabannya yaitu.. kami keduanya sama takut buat mengungkap perasaan ini. Lantaran takut rasa ini cuma bertepuk samping tangan serta jadi jalinan bersahabatan ini hancur. Itu yang salah, ketidak jujuran….
Kembali Ke Daftar Cerpen

Hal yang paling mendasar untuk dapat membuat sebuah cerpen adalah memiliki ide dan imajinasi yang tinggi agar mudah bercerita melalui tulisan. Dengan ini dapat memudahkan kalian dalam merangkai sebuah kalimat dengan singkat, padat tetapi memiliki isi dan makna yang sangat baik untuk dikonsumsi anak remaja. Semoga cerpen remaja masa kini terbaru ini dapat menjadi sebuah referensi dan informasi yang baik untuk anak remaja saat ini.

Advertisement