Cerpen Bahasa Indonesia Terbaru Lengkap

Advertisement
Advertisement
Cerpen bahasa indonesia atau cerita pendek indonesia tentunya cerpen yang menggunakan bahasa indonesia. Khususnya digunakan untuk anak sekolah seperti sd, smp dan sma yang ditugaskan oleh gura sekolahnya. Memang jenis cerpen banyak sekali ragam bahasanya diantarnya menggunakan bahasa daerah salah satunya yang menggunakan bahasa sunda, bahasa jawa dan bahasa daerah lainnya.

Cerpen ini memiliki banyak kategori salah satunya jenis dan tipe untuk anak anak atau remaja, cerpen yang digemari oleh anak anak biasanya dengan judul tentang kisah petualangan seseorang, cerita bergambar dan masih banyak lagi. Untuk remaja bisanya senang dengan cerpen indonesia tentang cinta dan tentang kisah persahabatan.
Cerpen atau cerita pendek ini sangat bagus dijadikan bahan pembelajaran bagi anak untuk belajar membaca agar lebih lancar lagi, mungkin dalam konteks pembelajaran untuk anak anak lebih bagus diberikan cerpen atau cerita pendek dengan alur cerita yang disukai oleh anak anak agar mudah di cerna dalam otak si anak.
Cerpen Bahasa Indonesia
Cerpen bahasa indonesia sangat banyak disukai oleh anak anak bahkan dalam pembelajaran ketika di bangku sd banyak sekali cerpen yang di baca ketika kita belajar bahasa indonesia, untuk itu pembelajaran membaca dengan cara membaca cerpen salah satu pembelajaran yang bagus. Banyak guru guru bahasa indonesia yang meberi pelajaran bahasa indonesia salah satunya membaca dengan bacaan cerpen.

Bagi anda yang senang dengan cerpen indonesia atau cerita pendek bahasa indonesia, disini kami membagikan contoh cerpen bahasa indonesia yang dapat dijadikan alat bacaan yang baik bisa untuk anak ataupun untuk seorang guru yang ingin memberikan cerpen berbeda dari buku bahasa Indonesia yang biasa digunakan.

Banyak sekali contoh cerpen yang ada, bukan hanya cerpen bahasa Indonesia saja melainkan banyak sekali kategori yang ada. Semuanya menggunakan bahasa Indonesia agar memudahkan para pembaca khususnya untuk orang Indonesia terutama anak-anak yang sedang belajar dan melatih cara membaca yang baik dan benar.

Cerpen Bahasa Indonesia Lengkap Terbaru :

Judul Info
Cerpen Bahasa Indonesia 1 - Penjaga Langit Klik Disini Untuk Membaca
Cerpen Bahasa Indonesia 2 - Sekolahku Seram Sekali Klik Disini Untuk Membaca
Cerpen Bahasa Indonesia 3 - Luka Untukku Karena Sandiwaramu Klik Disini Untuk Membaca
Cerpen Bahasa Indonesia 4 - Teman Baruku Si Cinta Pertamaku Klik Disini Untuk Membaca
Cerpen Bahasa Indonesia 5 - Aku Bukan Untukmu Klik Disini Untuk Membaca

Cerpen Bahasa Indonesia 1 - Penjaga Langit

Pagi yang cukup cerah di Jogja. Langit yang biru, dihiasi dengan awan tidak tipis yang berwarna putih bagai arum manis. Jam 7 pagi saya telah siap dengan baju kaos lengan panjang serta celana kain bersaku banyak yang berwarna hitam kesayanganku. Masih tetap kurang sedikit barang bawaanku seperti coklat, tissu basah serta roti sobek. Sesegera mungkin saja saya pergi ke swalayan paling dekat buat membelinya. Angin pada pagi hari temaniku bersepeda di jalan raya.

Sesudah di rasa cukup komplit barang bawaan di tas carrierku, saya lihat jam di dinding. Masih tetap terlampau pagi buat saya pergi serta berkumpul di sekolah. Sembari menanti saat tiba, saya mulai buka laptop serta menancapkan modemku. Jariku yang diatas mouse mengeklik 2 x pada ikon mozilla, serta mengetikkan alamat twitter. Saya memonitor isi timeline buat melihat apakah rekan-temanku telah pergi atau masih tetap bersantai. Cukup lama juga saya ada di depan laptop, seputar satu 1/2 jam. Mendadak saya memperoleh sms dari Jerry yang diisi supaya saya selekasnya pergi serta berkumpul berbarengan rekan-rekan di sekolah. Terima pesan singkat itu, saya selekasnya menggendong tas carrierku ke pundak serta menenteng 2 matrasku yang nanti bakal kupinjamkan satu pada Jerry.

Hingga di sekolah rupanya telah banyak rekan-rekan yang berkumpul disana. Saya tersenyum pada mereka seluruhnya. Ada satu yang janggal di situ. Oh.. saya baru ingat, nyatanya Ardi belum pergi.
“Ini Jer matrasnya, ” kataku sembari memberi matras hitamku.
“Terimakasih Ngit, maaf lho merepotkanmu…” balas Jerry yang tersenyum sembari terima matras yang kuberikan.
“Ahh enjoy saja, kan saya mempunyai dua…”
“Ciee.. ciee.. ” sorak rekan-rekan padaku serta Jerry. Saya cuma tersenyum membalasnya.

Mendadak sang ketua datang serta kelihatannya membawa satu berita. Menurutku itu berita yang kurang mengasikkan. “Teman-teman, saya ada berita nih dari pembimbing. Kata mereka mobilnya baru diservis serta tidak dapat pergi pagi ini. Mungkin saja jam satu siang baru usai. ”
Oh my God… Jam satu siang itu lama. Kami menanti dari jam sembilan pagi sampai jam satu siang. Empat jam. Oh… yang benar saja.

Satu jam berlalu, serta saya mulai jemu. Saya serta rekan-rekan masih tetap sekedar duduk di bangku serta tidak terang bakal lakukan apa. Dua jam berlalu. Bosanku mencapai puncak akan tetapi terus kutahan. Mendadak ada yang datang serta bercahaya. Dia sangatlah menyilaukan mataku hingga saya mesti mengintip dibalik telapak tanganku yang menutupi wajahku.

“Woy kemana saja anda Di? ” bertanya ketua.
“Maaf, tadi saya habis rapat buat moment sekolah kita hehe, ” jawabnya.
Ardi yang datang. Dia masih tetap duduk di motornya serta masih tetap berbincang-bincang dengan ketua. Merasa damai sekali saat ia datang. Bosanku hilang. Saat ini pandanganku tertuju pada Ardi seseorang. Saya mencermatinya berbincang-bincang dengan ketua. Sesekali saya tersenyum mendengar celotehnya.

Ardi turun dari motor serta mencopot helmnya. “Hai Langit, telah lama nunggu ya? ” tanyanya padaku yang masih tetap terpaku menatapnya. Tidak lupa ia memberikan senyum indah di berwajah.
“Hah? oh iya Di, telah lama ini… Anda nih tidak ikut-ikutan nunggu lama disini. Jemu, ” jawabku agak kaget. Pada akhirnya kita masih tetap menanti sampai mobil jemputan datang.

Sesudah sebagian jam menanti, mobil juga datang serta kita segera pergi ke gunung. Mobil wanita dengan mobil laki-laki dipisah. Walau saya tidak satu mobil dengan Ardi, akan tetapi saya suka dapat di ajak mengobrol dengannya. Di selama jalan, saya masih tetap senyum-senyum sendiri.

Kita juga tiba di gunung pada saat petang. Udaranya demikian sejuk. Mujur hujan cuma turun ketika perjalanan saja. Kami turunkan tas carrier dari mobil serta bersiap mendaki. Seputar jam 8 malam kami mulai mendaki. Awalannya saya jalan berbarengan rekanku Ina, namun lama kelamaan saya ada di depan serta jalan sendiri di belakang pemandu. Hawa memanglah dingin, akan tetapi peluh tetap masih menetes. Nada angin mulai terdengar mengerikan. Saya coba terus tenang. Saya memandang langit yang gelap malam itu. Demikian indahnya. Bintang-bintang sangatlah tampak serta menyebar banyak ke semua penjuru langit.
“Subhanallah, keren sekali langit dipandang dari sini, ” tuturku.
“Kamu ngapain muji dirimu sendiri Ngit? haha, ” kata si ketua.
“Bukan itu… basic.. ”
“Iya langitnya bagus, cantik kok. Seperti yang lagi mendaki gunung sama kita…” celetuk Ardi.
“Cieee cieee…” seluruhnya bersorak. Saya cuma tersenyum malu mendengarnya.

 Sebagian jam berlalu. Sesekali kami istirahat serta minum, sampai pada akhirnya kami mengambil keputusan buat membangun dome. Laki-laki bertugas buat membangun dome, sesaat yang wanita memasak serta membikinkan minuman yang hangat. Malam itu memanglah dingin sekali. Sebenarnya saya tidak kuat dengan hawa dingin seperti itu, namun saya coba menyembunyikannya. Hari makin larut serta kami putuskan buat pegi ke puncak besok pagi saja. Pada akhirnya kami tidur didalam dome.

Semburat berwarna oranye menghiasi langit pagi itu. Awan serta matahari belum tampak. Saya telah terbangun serta keluar dari dome. Sesungguhnya saya menahan dingin di balik jaket serta kaos kakiku.

“Selamat pagi, Langit, ” sapa seseorang lelaki dari belakangku. Saya berbalik tubuh buat lihat siapa yang menyapaku itu. Senyumnya yang khas dihiasi dengan giginya yang gingsul, yap itu Ardi. Saya membalasnya dengan senyumku.

“Pagi juga Di, ” jawabku yang sesungguhnya saat itu saya menahan teriak kegembiraanku.
“Woy rekan-rekan, mari kita ke puncak saat ini! ” ajak ketua yang bikin kegembiraanku makin mencapai puncak. Saya serta rekan-rekan lalu ikuti sang ketua buat naik hingga di puncak. Dalam perjalanan ke sana, saya jalan naik sendiri di belakang rombongan rekanku yang laki-laki. Argumenku jalan pas di belakang mereka lantaran saya dapat terpacu buat dapat cepat hingga ke puncak. Di dalam dinginnya hawa pagi serta embun yang temani pejalanan kami, mendadak saya disapa.
“Hai Langit, sendirian saja nih? ” bertanya Ardi lantas melemparkan senyum manisnya padaku.

“Eh Ardi, iya nih… Lama-lama berkeringat juga saya di dalam dinginnya hawa sejuk pagi ini, ” jawabku yang memanglah mulai berkeringat.
“Iyalah kan kita ndaki gunung Ngit… Jika gitu saya temanin ya. ”
“Emm bisa.. ” Lantas kami jalan berbarengan menaiki gunung yang jalan terjal dengan batu-batu yang sangatlah besar. Kami selalu terlibat perbincangan sepanjang perjalanan. Saya sangatlah suka saat salah satu rekanku mengambil fotoku bersamanya.
“Aku ke sana sebentar ya? ” kata Ardi padaku. Saya cuma menjawab dengan senyumku yg tidak ikhlas.

“Di, nanti yang jagalah Langit siapa? ” kata Felma.
“Oh iya. Ya telah, mari Ngit kita ke atas. ” Kata Ardi sembari tersenyum padaku.
“Loh, jika anda ingin ke sana juga tidak apa Di, ” saya coba meyakinkannya.
“Nggak ayah. Saya kan penjaga Langit…” jawab Ardi yang senyumnya makin manis buat dipandang. Saya cuma membalasnya dengan senyuman serta tertawa kecil. Sesungguhnya saat dia berkata bagai itu saya terasa saya ada diatas berbarengan awan-awan yang putih seperti arumanis. Sampai hingga puncak juga saya masih tetap berbarengan Ardi, bercanda serta bersenda gurau berbarengan. Itu hari yang paling indah di hidupku. Terimakasih Ardi, penjaga Langit. 

 Kembali Ke Daftar Cerpen

Cerpen Bahasa Indonesia 2 - Sekolahku Seram Sekali

 Cewek bernama Vinny serta Fella bersekolah di SMP sinar bangsa. Konon dulu sekolah itu sisa rumah sakit. Banyak kejadian-kejadian aneh diatas jam 19. 00. Seluruhnya siswa telah diperingati berulang-kali namun, masih tetap ada yang bandel. Banyak siswa yang sesudah menunjukkan peringatan itu, serta benar sangat banyak penampakan, tangisan serta nada minta tolong.

Disuatu hari Vinny serta Fella ada pekerjaan osis yang mengharuskan mereka berdua serta tiga rekannya lagi mengerjakannya hingga jam 19. 30. Mendadak Fella kebelet buang air. “Vin, anterin saya ke toilet yuk! ” pinta Fella.
“aduh, Fella! pekerjaan kita belum usai. Selalu kamu’ kan telah besar jadi beranikan. ” ucap Vinny.
“agh, Vinnya mari anterin saya, saya takut! ” ucap Fella sembari menarik-narik tangan Vinny keluar kelas.
“iya iya, saya temanin” ucap Vinny pasrah.

Vinny serta Fella melalui lab. IPA, UKS serta baru hingga di toilet. Waktu melalui lab IPA, Vinny serta Fella mendengar nada orang menangis. Lantas, waktu melalui ruangan UKS mereka berdua lihat penampakan cewek memiliki rambut pajang, muka hancur yang bersimbah darah. Lantaran keduanya penakut, mereka segera saja berteriak serta ambil langkah seribu buat hingga ke toilet
“hosh.. hosh… itu baru saja apa ya Vin? hosh.. hosh.. ” bertanya Fella yang tengah mengatur nafasnya.
“ya, tidak tau. Namun mukanya nyeremin banget. ” jawab Vinny.

Nyatanya mereka berdua telah hingga di depan toilet
“Fel, ini telah nyampai di toilet. Gih buruan, saya tunggulah diluar. ” ucap Vinny memberanikan dianya buat diluar.
“ya, telah bentar ya. ” kata Fella sembari masuk ke toilet.

Mungkin saja seputar 10 menit Vinny menanti Fella ‘aduh Fella lama banget. ’ gerutu Vinny didalam hatinya. Waktu menengok ke kiri, tepatnya di depan ruangan guru Vinny lihat ada seseorang anak kecil melalui. ‘deg.. deg… deg.. ’ jantung Vinny mekin berdebar kencang. Mendadak ada yang menepuk bahu Vinny dari belakang. Vinny juga menegok. Cocok waktu menengok, nyatanya yang menepuk yaitu hantu muka seram yang kerap dikisahkan rekan-temannya. “kyaaa…!!! ” jerit Vinny ketakutan.

“Vinny, anda mengapa? ” bertanya Fella yang kaget lantaran sahabatnya berteriak.
“aku tadi saksikan hantu!! Habisnya anda lama banget. Memanglah anda ngapain saja? ” bertanya Vinny.
“tadi airnya habis, jadi saya ngisi air dahulu he.. he… he.. ” jawab Fella.
“hiks… hiks… anda janganlah tinggalin saya ya hiks.. hiks…” kata Vinny disela tangisan ke takutannya. Fella cuma mengangguk. Lantas mereka berdua kembali pada kelas.

Waktu kembali pada kelas nyatanya Ze, Stella serta jeje tengah merampungkan pekerjaan mereka seluruhnya. Mungkin saja seputar satu jam berlalu pada akhirnya pekerjaan osis usai juga. Saat ini jam 20. 56, saat yang pas buat hantu-hantu bergentayangan. “huft.. pada akhirnya usai ya! ” seru Ze pada keempat rekannya.

“iya” jawab mereka berempat berbarengan.
Waktu hingga di gerbang, tak ada pak Supri -tukang kebun serta penjaga kunci sekolah-disana, serta pintunya juga dikunci. Mereka berlima bingung lantaran tidak umumnya pak Supri serta satpam sekolah membiarkan pintu terkunci dengan siswa didalam sekolah.

“Ze, bagaimana nih? ” seru Stella cemas.
“aku juga tidak tau! ” seru ze tidak kalah cemas dari rekan-temannya.
“biasanya kan pak Supri serta satpam sukanya keliling-keliling. Bagaimana bila kalau kita mencari mereka saja, agar makin cepet. ” anjuran Jeje.
“wah! Inspirasi bagus, bila demikian kita untuk dua grup saja. Saya sama Ze. Fella sama jeje, serta anda Stella, sendirian saja. ” ucap Vinnya.
“ya telah bila demikian. ” jawab seluruhnya kompak, lantas mereka berpisah berbarengan grup masing masing.

Ditempat Vinny serta Ze. Vinny serta Ze jalan melalui kelas 8b serta 7j. Waktu melalui kelas itu banyak peristiwa aneh seperti wanita berbaju putih, nada tangisan, orang jalan serta barang jatuh. Itu seluruhnya bikin Vinny serta Ze lari terbirit-birit. Ditempat Stella. Dia melewat ruangan guru serta ruangan tata usaha. Waktu melalui ruangan TU seperti ada bayangan hitam melalui serta ada nada laki-laki tertawa, sama seperti Vinny serta Ze, Stella juga lari terbirit-birit. Ditempat Fella serta Jeje. Mungkin saja hari ini adalah hari kebertungan mereka berdua lantaran, tidak temukan apa pun yang aneh.

Lantaran Vinny, Ze serta Stella lihat penampakan mereka tidak mengerti bila mereka menabrak pak supri serta satpam yang tengah jagalah. ‘bruk’. “aduh” keluh pak. Supri serta satpam bebarengan.
“hosh… hosh.. pak Supri. Ayah kemana sajakah, kita nyaris mati ketakutan” memprotes Ze serta memperoleh anggukan rekan-temannya.
“Non ngapain cari aku? ” bertanya pak Supri dengan polosnya.
“kan gerbangnya dikunci. ” ucap Stella.
“nggak, aku tidak ngunci lho. Bila tidak yakin mari turut ayah ke depan. ” ucap satpam.
Lalu mereka seluruhnya pergi ke gerbang.

Nyatanya benar yang disebutkan pak Supri serta satpam, gerbangnya tak di kunci. ‘aneh’ pikir Vinny. “ya telah bila gitu kita pulang dahulu. ” pamit Vinny.
Waktu akan pulang ada nada yang memanggil Ze, Vinny serta Stella. “Vin, tungguin! ” seru nada itu, nyatanya nada itu yaitu nada Fella serta Jeje.
Mereka seluruhnya membalikan tubuh. “Fella, Jeje! ” Seru Ze, Vinny serta Stella waktu bersua deng teman dekat mereka yang dilupakan lantaran takut tadi.
“pak kita pulang dulu” pamit Vinny
“ya” jawab pak Supri serta satpam. Lalu mereka seluruhnya pulang.
Kembali Ke Daftar Cerpen

Cerpen Bahasa Indonesia 3 - Luka Untukku Karena Sandiwaramu

 Ku pikir kau yang paling baik untukku
Ku pikir kau yang senantiasa sayang aku
Kau katakan kau senantiasa setia padaku
Kau katakan ku terindah di hidupmu
Namun nyatanya kau dustai saya, kau lukai ku
Yaah itu lagu yang saat ini senantiasa saya dendangkan berbarengan suatu kekecewaan. Saya yang berpikir dia yang paling baik untukku saya juga yang senantiasa memujanya. Namun pada fakta yang sesungguhnya hanya seonggok luka yang dia beri.

Hmm, “Dwi Bagus” dialah yang ku anggap paling baik dia yang ku puja dalam tiap-tiap nafasku. Akan tetapi, pada intinya dialah luka dalam kehidupanku. Seluruhnya bermula waktu saya Erinka Zahrana masuk SMK, saya memiliki rekan yang bernama Pratiwi. Dialah yang memperkenalkan ku pada Bagus, serta ketauhilah bahwa Bagus itu pacarnya Tiwi. Jalinan mereka senantiasa diselimuti pertikaian, lantaran berdasarkan Bagus Tiwi cuma jadikan dia suatu bahan pamer pada rekan-rekan atau mungkin saja lebih tuturnya dimaksud bahan pelampiasan. Saya juga juga senantiasa memberikan nasehat Tiwi buat memerhatikan Bagus, supaya satu waktu kelak dia tak menyesal.

Awal mulanya saya serta Bagus cuma rekan sharing umum, sesekali mungkin saja saya juga tidak pernah bales smsnya. lantaran saya malas dia yang senantiasa penuhi inbox ponselku. Satu waktu peristiwa saya sangatlah dekat dengan Bagus waktu kita berlibur th. baru, di situlah saya serta dia sangatlah dekat serta bahkan juga setiap waktu ponsel ku cuma dia yang isi. Serta yang sangat unik saya serta dia memiliki panggilan spesial yakni “om serta tante” haha, mungkin saja hal yang aneh, namun biarlah saya sih asik saja. Selanjutnya saya bersua dengan dia waktu saya serta Tiwi memperoleh suatu pekerjaan buat bikin Video keindahan kota semarang, di mana waktu pembuatan video itu tiwi didampingi oleh Bagus. Saat itu hujan sangat deras, kami pada akhirnya berteduh dirumah Alya yah dialah “sahabat ku”. Teman dekat pertama kalinya kita bersua pada MOS.

Dirumah Alya akulah yang melayani Bagus buat makan,
“hey om, nih loh telah tidak ambilkan makan. Tadi tuturnya belum makan, ayolah makan dahulu. Jika tidak bermakna tidak menghormati aku”. Haha, tersebut kataku pada bagus dengan panggilan om.
“iya bentar”, dia juga menjawab namun masih tetap repot dengan main game nya,
“heh, cepet tidak om. Jika tidak anda bener-bener tidak menghormati aku”, saya juga mulai membentaknya, haha. Saya orang yang mungkin saja bakal geram waktu satu hal yang saya kerjakan tak dihargai oleh orang lain. Haha, Tiwi serta ke-2 sahabatku Alya serta Lia juga cuma menertawakanku. Sesudah saya membentaknya pada akhirnya dia juga menuruti perkataanku. Sesekali waktu sesudah makan sahabatku pernah membual celotehnya ke saya perihal Angga. Haha yah maklum waktu itu saya tengah suka pada Angga. Dia rekanku saat smp.

Saat juga selalu berlalu, hariku yang senantiasa ditemani oleh bagus dalam sms, dia pernah katakan janganlah sampek Tiwi tau bila saya serta Bagus terkait melalui sms. Pastilah Tiwi bakal geram, namun kan Tiwi juga yang memperkenalkan ku pada Bagus. Saat Satu waktu Bagus pernah katakan ke saya,
“tante, Tiwi katakan tuturnya saya tuh cocoknya sama anda ” celotehnya melalui sms.
“what? Saya pas sama anda? Tidak salah mengapa sih mesti banding-bandingin diri sendiri sama orang lain? Saya paling tidak suka itu. ” Kataku dengan suara kaget serta sedikit geram, maklum lah saya paling tidak sukai dibanding-bandingin seperti gitu.

Sejak waktu saya bersua Bagus waktu lalu memang perasaanku sedikit beda dengan dia. Terasa saya seperti jatuh hati padanya. Namun saya sadar Tiwi menganggapku juga sebagai kakaknya serta Bagus bermakna pacar adikku sendirilah. Saya coba membohongi perasaanku serta berupaya buat mengubur itu dalam-dalam. Saat itu juga pada bln. februari 2014 tepatnya, terjadi satu peristiwa yang sangatlah bikin perasaanku bercampur aduk. Yaah, apa yang kalian tahu? Bagus menyebutkan perasaannya ke saya lewat pesan singkat, yah saya? Saya saat itu juga tercengang bukanlah main.
“tente saya bisa jujur tidak? ” tuturnya terhadapku.
“yah, apa om? ” jawabku singkat.
“dari pertama saya tau kebiasaanmu yang rajin telaten pada pekerjaan rumah, saya mengagumi akan, anda cantik, manis, rajin, solehah, gunakan jilbab lagi. Saya jatuh hati sama kamu”.
“what apa? Haha, itu Hanya mengagumi akan kan? Haha udahlah janganlah bercanda, terima kasih saja telah memberikan pujian pada akunya. ” kataku tercengan sembari tertawa, pikirku “hal yang aneh”.
“enggak tante, bener saya sukai sama anda. ” Lanjutnya
“haha, iya dech terima kasih saja yah om. Namun anda kan punya Tiwi, dia temanku sendiri. ” Saya juga mengingatkannya.
“hmm, iya sih, namun Tiwi beda lo sama anda. ” Jawabnya.
“husst udahlah tidak usah dibahas” sahutku.

Sejak pengucapan itu kita makin dekat. Dia juga pernah katakan sama saya, bahwa saya telah diceritain ke ibunya, serta ibunya sepakat terhadapku, serta ibunya juga katakan selesai kami lulus dari SMK ini saya bakal dilamar oleh Bagus. Entahlah seluruhnya itu benar ada atau tak hanya dia yang tau.

Pernah saya diam-diam bersua dengan Bagus di Taman dekat rumahku. Itu waktu hari sabtu sore, sepulang dia sekolah. Saya yang berbohong pada sahabatku, saya menyampaikan bahwa sore itu saya pergi berbarengan Angga, namun sebenarnya yang saya jumpai ya Bagus pacar rekanku sendiri. Senin setiba di sekolah saya semangat bahkan juga piket kelas saya yang bersihin seluruhnya. Haha, rekanku menertawakan saya, mereka heran tumben sangat saya baik seperti gitu umumnya saja saya galaknya seperti macan.
“heh kak, tumben sangat sih rajin banget disapu seluruhnya lagi” celoteh trischa terhadapku.
“haha wes toh anda kih diem o saja, hari ini saya lagi seneng banget, kemaren habis diapelin. ” Jawabku dengan riang.

Waktu istirahat tiba, saya mengawali egoisku, saya juga memiliki hak atas Bagus, saya juga membulatkan tekad buat meminta suatu kepastian. Lantaran saya pernah membaca sms Bagus di tab punya Lia yang menyampaikan bahwa dia mau Tiwi beralih.
“heh om. Anda kih sesungguhnya milih siapa? Saya atau Tiwi?, jawab jujur. ” Kataku dengan keegoisanku.
“hmm, kelak saya jawab”. Katanya
“hah, namun kapan saya butuhnya sekarang”. Bentakku.
“huh, saya telah janji”. Jawabnya lagi
“oh iya telah janji akan milih TiwI ya? Ya telah tidak tidak ganggu anda lagi. LONGLAST YA”. Jawabku.

Namun kemudian pesan smsku tidak dibalas sama Bagus. Serta apa yang berlangsung setibanya pulang sekolah, saya lihat Bagus menjemput Tiwi di depan sekolah. Serta yang parahnya lagi saya lihat dengan mata kepalaku sendiri Tiwi dibonceng oleh Bagus. Ya Tuhan, hal terlebih ini? musibah terlebih ini? dalam hati saya menangis. Seolah seperti di beri suatu kebahagiaan di tebing yang tinggi lantas saat itu juga kebahagiaanku dijatuhkan dari atas tebing itu. Hancur berkeping-keping bahkan juga berantakan serta beterbangan.

 Sejak peristiwa sepulang sekolah itu saya mulai menjauh dari Tiwi, bahkan juga yang umumnya saya duduk di depannya saat ini saya duduk di bangku ujung serta bersebrangan denganya, lantaran apa? Waktu saya lihat dia seperti saya lihat seonggok luka. Walau sebenarnya saya juga yang salah, mengapa saya tidak dapat melindungi hatiku, mengapa saya juga mesti sukai serta terlarut dalam kata-katanya Bagus, begitu bodohnya saya.

Makin Lama Tiwi mengerti tingkah laku serta sifatku yang aneh terhadapnya, hari rabu sepulang sekolah dia memintaku buat bersua serta mengulas permasalahan itu. Yah. Kata pepatah “sepandai-pandainya kita menaruh bangkai juga bakal tercium juga”. Lagi serta lagi saya tahu dari pesan singkat dari Tiwi di ponsel Lia. Tiwi menyampaikan bahwa Bagus seperti itu ke saya cuma buat menguji seberapa besarkah saya sabar. Ya Tuhan derita terlebih? Saya yang menahan emosi namun pada akhirnya meluap juga. Saya menarik tangan Tiwi serta saya lempar hapku ke jalanan. Praaakkk! Hancur berkeping-keping seperti perasaanku waktu itu. Terjadi debat yang sangatlah hebat. Yah saya sekali lagi juga tahu bahwa saya juga salah, namun Tiwi juga salah. Taukah, dia tahu bila saya cuma jadikan bahan percobaan. Namun mengapa Tiwi serta Amel yang tahu itu tak segera memberitahu saya?. Ya Tuhan, lagi serta lagi senantiasa dihantui oleh luka hati.

Saya menyampaikan pada Tiwi, bahwa saya fikir Bagus yang paling baik. Bahkan juga saya menyesal pernah menyampaikan dia yang paling baik. Luka yang 1 th. lantas nyaris kering saat ini mesti menganga kembali. Mengapa? lantaran dahulu saya pernah ditetapkan pacarku pas waktu saya berulang th.. Serta saat ini Bagus nyaris mengulang luka itu, namun saat ini pas waktu 1 bln. menuju kebahagiaan yang saya tunggulah, saya mengharapkan waktu lagi th. ku kelak saya bisa rasakan kebahagiaan yang sebenarnya bukanlah sejuta luka yang ku bisa. Pada akhirnya terjadi satu ketentuan, saya serta Tiwi keduanya sama lost contact dengan bagus. Saya juga sepakat.

Selanjutnya saya juga masih tetap terkait dengan Bagus, walau sebenarnya ku tahu dia yang sudah buka kembali luka di hatiku, namun tak tahu mengapa saya tidak dapat menjauh darinya. Lantaran sejak permasalahan itu saya kerap sakit serta berat tubuhku yang selalu alami penurunan. Hingga saat saya mesti tersiksa dengan luka serta penyakit. Dia mohon maaf terhadapku serta menyampaikan bahwa dia bakal membuatku bahagia kembali. Yah, walau tidak sesempurna dahulu. Serta saat ini setiap saat saya kembali ditemani olehnya. Berlalu, Satu saat dia menyampaikan kepadaku.

“kamu tidak nipu serta PHP saya kan?. ” tanyanya terhadapku.
“wa?, tidak lah cukup saya yang terluka, janganlah orang lain jadi saya tidak mungkin saja balas dendam sama kamu”. jawabku serta memberikan keyakinan dia.
“oke tunjukkan jika anda tidak seperti gitu, beralih dahulu. ”
“oke, tidak buktiin bila saya berubah”. Dengan derasnya air mata yang mengalir di pipiku saya menyampaikan itu ke Bagus.

Belum kering lukaku, saya yang kadang-kadang teringat permasalahan itu kembali sakit hati serta nyaris kambuh penyakit ku. Sebenarnya aneh perkataannya, serta semestinya katakan seperti gitu saya, lantaran saya yang telah disakiti. Serta saya takut bakal dia mengulangi kekeliruannya dahulu. Namun saya selalu memberikan keyakinan diri serta berpikir positif. Terlintas di fikiranku buat memintanya datang ke rumahku pas waktu saya kelak berulang th.. Namun, saya sangsi saya takut peristiwanya sama seperti dahulu apa yang dikerjakan mantanku terhadapku. Memutuskanku pas waktu hari bahagiaku. Dengan berat hati saya menyampaikan itu kepadanya.
“besok tanggal 19 datang ke rumah ya?. ” Pintaku padanya.
“iya”. Jawabnya singkat yang membuatku sedikit kecewa.

Kemudian juga pesan singkat kita selesai. Nyatanya ketakutan ku bakal dia meninggalkan ku benar. Serta ketauhilah, 01 03 2014 jam 05 : 53 dia tanpa ada argumen pasti menelfonku, namun sayang tidak terjawab olehku. Balik disms juga tidak ada jawaban. Saya mulai melakukan kehidupan ini sendiri, serta tergopoh-gopoh dengan luka itu. Sejak hari itu, dia tidak lagi berikan berita terhadapku. Saya juga mulai berpikir buat melakukan kehidupan ini sendiri, serta buka lembaran baru buat kebahagiaan 19 maret serta kebahagiaan dalam hidupku.

Walau kadang-kadang saya berpikir apakah iya? Dia kembali menguji kesabaranku?. Hmm, entahlah cuma tuhan yang tahu perihal seluruhnya ini. Serta saat ini saya juga pergi menjauh dari angan serta bayangan tentangnya. Berupaya menyembuhkan serta buka lembaran baru lagi di hidupku. Lantaran jalan hidupku masih tetap panjang serta saat depanku masih tetap terbentang luas.
Kembali Ke Daftar Cerpen

Cerpen Bahasa Indonesia 4 - Teman Baruku Si Cinta Pertamaku

 Waktu matahari mulai capek menyinari bumi, pelen-pelan dia tenggelam ke arah barat, serta bersembunyi di belakang pegunungan, langit juga jadi kemerahan.
Waktu itu juga saya terbangun dari tidur siangku. Sesungguhnya saya mau tidur makin lama lagi, lantaran saya mau melupakan kerinduanku dengan dianya. Baru 3 hari ini tidak ada berita, saya sudah menangis. Nyatanya ini terasa cinta pertama.

Mendadak ada panggilan masuk di ponselku serta saya tersadar dari lamunanku. Saya juga mengangkatnya nyatanya itu Fano orang yang sampai kini ku rindukan.
“halo? ”
“iya, ada apa fan? ” tanyaku
“kangen saja ma loe” candanya
“bisa saja loe, tempo hari tidak da berita kemana saja loe? ” tanyaku
“gua lagi siap-siap nih ingin nembak cewek” perkataan yang membuatku sangatlah sedih, mau terasa saya menangis waktu itu juga namun saya menahannya.

“e, elu ingin nembak siapa?, cerita dong” agak gagap lantaran saya tengah menahan air mataku yang bakal jatuh.
“ntar juga tau sendiri, gua ingin ngepraktekkin nih langkah gue nembak loe ingin nggak” pintanya
“em bo, bisa kok” jawabku
“selama ini saya tuh cinta sama anda, meskipun kita deket baru 2 bln., namun saya cinta beneran sama anda em, anda ingin tidak jadi pacarku? ” ucapnya
“bagus kok”
“jawab dong, gue tadi kan serius” pintanya
“heh?, beneran jadi gue nih si cewek itu? ”
“iya, jawab dong” pintanya lagi
“gu, eh saya juga, ” jawabku
“yess!!!, besok saya jemput yah? ” ajaknya
“boleh, janganlah kesiangan yah”
“oke, ya telah bye, love you” celetuknya
“iya, love you too” lantas panggilan juga selesai.

Saya juga melakukan rutinitasku, namun kesempatan ini saya terasa sangatlah berbunga-bunga. Saya juga senantiasa BBman sama dia, sesudah malam makin larut saya juga tertidur.

Pagi juga tiba, saya segera mandi, gunakan seragam serta tas. Lantas jalan ke depan rumah menanti pacarku. Dia senantiasa mengantar-jemputku, bahkan juga di kelas dia geser tempat duduk, serta pindahnya ke sebelahku.

Satu hari dia membuatku jengkel, cemburu serta menangis. Karenanya saya tidak ingin bicara bahkan juga tidak ingin melihat berwajah.

Waktu istirahat tiba, dia segera pergi ke studio radio sekolah. “maaf Fada sayang (saya), ini lagu untukmu, sekali lagi maaf I LOVE YOU” kemudian dia menyanyikan lagu yang intinya mohon maaf serta sangatlah mencintaiku sembari bermain gitar. Lau saya menyusulnya, tiba di sana saya segera memeluk, serta mengecup pipinya serta katakan “I LOVE YOU TOO”
Kembali Ke Daftar Cerpen

Cerpen Bahasa Indonesia 5 - Aku Bukan Untukmu

 Pagi Yang cerah, saya jalan menyelusuri koridor sekolah, pagi ini hatiku sangatlah suka, Lantaran saya barusan jadian sama orang yang saya sayangi serta saya cintai namanya Iqbaal Dhiafakhri Rahmadhan, saya jalan menuju kelas, sesampainya di kelas, saya menyimpan tas ku dengan muka yang senyum-senyum sendiri, tidak paham apa yang tengah ku lamunkan, terdiam diatas kursi, memandangi tak tahu ke arah mana, dengan muka yang masih tetap senyum-senyum sendiri, tiba-tiba

“Ddooorr” Sentak saya terbuyar dari lamunanku lantaran ada yang mengagetkanku,
“Hey..!! Ngapain ngelamun selalu? Mikirin siapa? Haha, mikirin saya yaaa” tebak Iqbaal
“Ihhh, anda ini, ngaget-ngagetin saya saja deh, lagian siapa juga yang ngelamun? ” Jawabku dengan suara sewot, namun masih tetap tampak terang, muka ku yang senyum-senyum sendiri

“Iyaa deh maaf, namun tadikan anda ngelamun, buktinya saya panggilin, tidak denger-denger, makannya saya kagetin, memang ngelamunin apa sih beib? ” bertanya iqbaal sembari menggodaku
“emang yaa? Haha, mungkin saja mikirin anda? ” Jawabku dengan suara menggoda
“Tuh kan saya katakan juga apa, pasti anda mikirin saya kan? Haha” Godanya lagi, yang bikin pipiku jadi merah
“Eh, tidak jadi mikirin anda deh” ledekku
“Yahh, saat gitu sih, anda kan pacar saya, saat tidak mikirin saya sih? ” Muka cemberut
“Haha, itu muka telah seperti apaan cemberut demikian, lagian saya kan hanya bohongan” ledekku

Tiba-tiba
“Ekhemmmm.. Ekhem”
“Nape lu Bas? ” Bertanya aldi di ambang pintu
“Gua keselek gunung Kelud Di” jawab bastian santai
“Yee koplak” aldi menjitak bastian
“Aduh, oon lu di, jitak pala gua, lagian gua keselek tuh, dikarenakan pagi-pagi ada yang telah pacaran, mentang-mentang, baru pacaran tuh Di” Sindir bastian, sembari sesekali melirik ku serta iqbaal, sembari memanyunkan bibirnya ke arahku serta iqbaal, yang mengisyaratkan ia menunjukku serta iqbaal *belibet*
“Oh, itu, biasalah, anak ABG labil, pagi-pagi telah pacaran, di kelas lagi, mana PJ belum dibagi-bagi lagi” aldi menanbahkan kata-katanya bastian
“Woy, lo yang disono, ribut nyokk, ngeledekin gua sama pacar gua lo, nyolot lo” teriak iqbaal sembari tertawa, dalam hati iqbaal, cuma mau bercanda
“wihhh, woles gan, gua kan bercanda, namun btw, kata aldi bener tuh, lo PJnya belum dibagi-bagi Goblok.. ” Teriak bastian serta mendekati iqbaal, punya maksud menjitak iqbaal

‘Pletakkk’
“Sakit oon, lu mah, kelak ngapah, PJnya, lu mah, kelak gua teraktir, makan di kantin” sewot iqbaal
“Serius lo baal? ” Teriak aldi serta bastian dengan cara berbarengan.
“Seriuslah”
“Sepuasnya yaaa? ” bertanya bastian
“Buset dah bas, jika sepuasnya kelak dompet gua nipis, tidak ada modal buat ngedate bagaimana? Sadis lo bas” kata iqbaal
“udah, telah, mengapa jadi pada ribut, telah kelak ke kantin, PJ buat lo berdua, sepuasnya, namun kelak jika dompet gua sama iqbaal tidak ada serta berisi setelah lo nyuci piring ya di kantin? Hahaha” teriakku
“Weh, nyolot nih, dua pasangan sarap” teriak aldi serta bastian

Di Kantin
“Bang” panggil bastian pada tukang yang berjualan di kantin
“Yaa, ingin pesan apa? ” Bertanya tukang tersebut
“Bakso nya yaa 10. 000, 5 ya bang, yang 1 makan di sini, yang 4 dibungkus, selalu sama minumnya juice jeruk ya bang tidak pakai lama” pesan bastian
“Saya juga bang, baksonya 2 ya, 1 dibungkus, 1 makan di sini, sama juice jeruknya” pesan aldi juga
“Ok” kata tukang tersebut
Iqbaal menelan ludahnya serta berkata
“Woy bas, lo mesen sangat banyak 5 woy, buat siapa saja? Memang perut lo muat buat nampung tuh bakso? ” Bertanya iqbaal sewot
“Nape sih lo baal? Lagian kan itu yang 4 buat dirumah, 1 buat gua, 2 nya buat roma serta tival, 1 nya buat bang harun, janganlah pelit-pelit nape baal” teriak bastian

“Sabar gua ngadepin elo bass, ya allah” jawab iqbaal
1 bulan
2 bulan
3 bulan
4 bulan
5 bulan
6 bulan
7 bulan
8 bulan
9 bulan
10 bulan

Jalinan ku dengan iqbaal jalan dengan lancar dengan dua orang aneh itu (bastian serta aldi) Namun, waktu jalinan ku bakal mencapai 1 th. dengannya, tiba tiba sikap iqbaal beralih denganku. Sikapnya dingin pada diriku, namun saya tak terlampau pikirkannya. Sampai satu Hari, iqbaal mengajakku bersua di suatu Taman,
“Hai baal” sapaku dengan senyum indahku
“Hai juga, duduk yuk” sahut iqbaal
“Yuk” saya serta iqbaal juga duduk Di suatu kursi dekat taman
“Indah yaa cuacanya? ” Tanyaku
“Iyaa, mungkin saja menurutmu, namun menurutku tidak”
“Lho kok? ” Saya tertegun
“Iyaa, ada suatu hal yang saya mau berikan ke kamu” jelasnya
“Apa? ” Perasaanku mulai tak enak
“Sebentar lagi kita bakal lulus SMA yaa? ” Tanyanya
“Iya”
“Tapi saya mau memberi tahu, kelihatannya jalinan kita layak hingga di sini deh” tuturnya lagi
“Kenapa? ” Tanyaku dengan muka yang cemberut
“Aku mesti pergi ke inggris, saya bakal kuliah di sana, serta saya lumayan sudah dijodohkan oleh ke-2 orang-tua ku, saya bakal tinggal selama-lamanya di inggris, maafkan aku” terang iqbaal
“Tapi baal? ” Saya juga meneteskan air mata, tak mampu terima seluruhnya ini
“Maafkan saya, saya meyakini anda dapat ngelupain saya, saya meyakini, lupain saya yaa, buat kebahagian anda, mencari pendamping lain, yang dapat jagain anda, ngerawat anda dengan penuh kasih sayang, saya bakal pergi, namun rasa sayang ini terus ada untukmu, walaupun AKU BUKAN UNTUKMU” saat itu juga iqbaal mengkecup keningku, serta menyampaikan ‘selamat tinggal’ serta dia pergi meninggalkanku sendirian di taman ini

Terdiam merenung sendu
Ku bersenandung rindu
Terbayang perjalanan waktu
Suatu cerita saat lalu

Tidak ada lagi nyanyian surga
Tidak ada lagi penghibur lara
Tidak ada lagi damai dalam jiwa
Cuma ada Bintang penuh derita
Cuma ada Langit yang semakin terluka
Seolah akan berkata
Inilah nafas Kehidupanku

Senyuman juga semakin membeku
Dalam dinginnya gelap hitam malam
Tangisan juga semakin melarut pilu
Dalam harunya lautan malam
Seolah akan bercerita
Inilah jejak yang perlu kutempuh

Sanggupkah kulalui badai angin pasir rindu?
Sanggupkah kulupakan indahnya sejuta pesona mimpi?
Sanggupkah kulangkahkan kaki melalui panas inti bumi?
Sanggupkah kubenamkan diriku dalam lautan kelam?
Sanggupkah kubertahan dalam dinginnya hembusan angin salju?

Cuma ada satu jawaban hati
Kan Kulalui serta kujalani dengan kasih murni setulus hati
Kembali Ke Daftar Cerpen

Semoga dengan adanya contoh kumpulan cerpen bahasa Indonesia ini dapat merubah pola pikir seseorang agar bisa memberikan kreatifitas, ide dan pemikiran yang diluapkan kepada tulisan dan dapat dibaca oleh semua orang.

Advertisement