Puisi Ibu Singkat Pilihan Menyentuh Hati Terbaru

Advertisement
Advertisement
Puisi ibu adalah puisi yang mengungkapkan perasaan hormat, cinta dan kasih sayang seorang anak kepada ibu tercintanya. Puisi paling banyak diciptakan setelah puisi tentang cinta, menjadi salah satu puisi yang baik untuk keharmonisan antara anak dan ibu. Ibu menjadi inspirasi para pelaku seni dalam pembuatan karya seperti puisi. Kasih sayang seorang ibu pada anaknya memang tidak bisa digambarkan, tidak bisa dibalas dengan apapun.

Namun setidaknya dengan membuat puisi bertemakan ibu akan membuat sang ibu tersanjung hatinya, dan itu adalah termasuk kebaikan juga. Coba kita bayangkan bagaimana letihnya ibu mengandung kita selama 9 bulan, belum lagi setelah itu mempertaruhkan nyawanya demi lahirnya nyawa baru yaitu kita.

Tidak cukup sampai disitu, ibu kita juga yang mengasuh sampai kita dewasa, meladeni setiap permintaan kita, dan begitu sabarnya beliau disaat kita sedang rewel. Maka pantaslah digambarkan bahwa dibawah berdirinya ibu terdapat beraneka macam sorga, dalam artian jika kita hormat padanya, taat atas setiap perintahnya yang baik balasannya adalah sorga yang setiap orang idam-idamkan.
Puisi Ibu
Penggambaran seorang ibu layak ditulis dalam sebuah cerita yang mungkin terkesan melebih-lebihkan, seperti halnya puisi tentang ibu. Bagaimanapun cinta kasih ibu tidak bisa digambarkan dengan kata-kata, maka puisi adalah mewakilinya, sebagaimana seorang sastrawan dapat membuat rangkaian kata indah dalam puisinya.

Dekapan kehangatan ibu bahkan lebih hangat dari sinar matahari pagi, energi yang timbul darinya lebih besar daripada energi apapun di dunia ini yang karena energi tersebut membuat adanya gairah semangat hidup seorang sang anak. Pengorbanan tiada henti yang ibu kita lakukan hanya ingin melihat anaknya bahagia masa sekarang dan masa yang datang.

Lalu bagaimana cara kita membuat kata kata indah berupa puisi ibu untuk dipersembahkan padanya? Untuk membuatnya kita perlu penghayatan sangat dalam, yaitu melalui perenungan, kata-kata indah akan muncul dengan sendirinya. Kita bisa mendapatkan peristilahan yang pas tentangnya, istilah yang timbul dari kasih sayang mereka yang kita rasakan.

Sekecil apapun ungkapan kasih sayang dari seorang anak akan sangat berguna bagi kebahagiannya. Jadi anda jangan pernah ragu untuk mengungkapkan perasaan kasih sayang pada ibu, salah satunya dengan memberikan persembahan puisi. Semua itu dapat kalian lakukan hanya untuk membalas sedikit jerih payah yang ibu kalian lakukan hanya dengan sebuah tulisan yang dapat membuatnya terharu.

Cara menyampaikannya bisa dengan menulis kartu ucapan selamat di hari ulang tahunnya dan sisipkanlah puisi tentang ibu di dalam kartu ucapan tersebut. Ataupun bisa dilakukan dengan cara apapun sekreatif mungkin yang memungkinkan ibu anda terkejut dengan persembahan yang kalian berikan padanya. Berikut ini beberapa puisi ibu yang bisa anda pakai sebagai ungkapan rasa cinta padanya.

Puisi Ibu Singkat Pilihan Terbaru Menyentuh Hati :

Judul Info
Puisi Ibu 1 - Terima Kasih Ibu Klik Disini Untuk Membaca
Puisi Ibu 2 - Sinar Cintamu Klik Disini Untuk Membaca
Puisi Ibu 3 - Tidak Terganti Klik Disini Untuk Membaca
Puisi Ibu 4 - Selembar Puisi Untukmu Ibu Klik Disini Untuk Membaca
Puisi Ibu 5 - Apabila Saya Merantau Klik Disini Untuk Membaca
Puisi Ibu 6 - Ibu Kaulah Klik Disini Untuk Membaca
Puisi Ibu 7 - Pesan Sang Ibu Klik Disini Untuk Membaca

Puisi Ibu 1 - Terima Kasih Ibu

IBU
rambutmu saat ini telah mulai memutih
Kulitmu tidak lagi kencang
Penglihatanmu tidak lagi terang
Jalanmu saat ini telah mulai goyang

Akan tetapi apa yang terlihat
Seluruhnya itu tidak pernah engkau rasakan
Seluruhnya itu tidak pernah engkau pedulikan
Saya memahami, seluruhnya itu untuk anakmu

Selama jalan engkau mengais rezeki
Selama saat engkau berhitung
Berapakah laba kau bisa hari ini
Tuk membayar seluruhnya letihmu

Engkau tidak lagi bisa membedakan
Mana siang, mana malam
Semangat menaklukkan gemetar kakimu
Serta semua rasa lelahmu

Ini semua untuk siapa?
Cuma buat anakmu
Anak yang engkau mimpikan jadi orang hebat
Meraih setumpuk asa

IBU sampai kapanpun,
Anakmu tak akan pernah lupa
Atas seluruhnya layanan, do’a serta derita
Keringat yang engkau cucurkan

IBU engkau telah terlampau besar, berkorban
Cuma surga yang layak membayar tulusmu
Cuma Tuhan yang layak menjagamu
Dunia serta akherat

IBU
Anakmu kan senantiasa merindumu
Do’a di tiap-tiap hembus nafas ini
Terima kasih IBU, buat seluruhnya ikhlasmu
 Kembali Ke Daftar Puisi

Puisi Ibu 2 - Sinar Cintamu

Ibuku sayang
Cintamu, yaitu sinar yang menerangi
Tiap-tiap kegelapan didunia fana ini.
Kehadiranmu, demikian bernilai,
Berarti serta bermakna.

Ibuku yg cantik
Tidak ada hari yg kujalani,
Tanpa ada sedetik juga tidak mengingatmu.
Mengingat sgala pengorbananmu
Yg tidak capek merawatku,
Yg tidak jemu menasehatiku,
Serta tidak henti menyangiku, spanjang usiamu.

Terima kasih Ibu
Tlah menghiasi kehidupanku didunia fana ini,
dengan senyum manismu yg memperkuat batinku.
Terima kasih ibu
Sudah menjagaku sampai saat ini.
Terima kasih Ibu
Engkau senantiasa ada untukku.

Ibuku yg baik
Maafkan saya, bila pernah melukai perasaanmu.
Maafkan saya, senantiasa mengecewakanmu.
Maafkan saya, anakmu ini.

Ibu
Sinar cintamu, senantiasa ku kelak.
Bahkan juga sampai saya mati.
Serta cintamu kan terus bercahaya di hati,
Abadi serta kekal
Kembali Ke Daftar Puisi

Puisi Ibu 3 - Tidak Terganti

Saat kupandang lekat pada pojok matamu
Tersimpan derita yang demikian mendalam
Saya tahu di sana banyak tersimpan air mata buat kami anakmu

Air mata yang sudah kami kerjakan
Ibu
Anda senantiasa mengharapkan kami anakmu yang kan jadi nomer satu
Akan tetapi kerapkali kami melawan serta melalaikan perintahmu

Kami senantiasa membuat kamu bersedih
Mulai saat ini saya berkemauan buat menghapusair matamu
serta menggantinya dengan canda serta tawa

Terima kasih Ibu
Kau takkan pernah tergantikan didalam hati kami anakmu
Kembali Ke Daftar Puisi

Puisi Ibu 4 - Selembar Puisi Untukmu Ibu

Dentang nafasmu menyeruak hari sampai senja
Tidak ada capek menggores diwajah ayumu
Tidak ada sesal saat seluruhnya mesti kau lalui
Langkah itu selalu jalan buat kami
Dua bidadari kecilmu

Desah mimpimu berlari
menguber bintang
Mengharapkan kami jadi mutiara terindahmu
Dalam seluruhnya peran yang kau mainkan di bumi
Ini peran terbaikmu

Dalam capek kau rangkai kata bijak buat kami
Mengurai senyum disetiap perjalanan kami
Menimpa doa disetiap detik nafas kami
Ibu kau berlian dihati kami

Relung hatimu demikian indah
Sampai kami tidak mampu meraih dalamnya
Derai air matamu menguntai suatu harap
Di tiap-tiap sholat malammu

Ibu
Kami cuma mau jadi suatu yang dimimpikan untukmu
Membopong seluruhnya mimpimu dalam pundak kami

Ibu
Janganlah tidak suka kami
bila kami membuat kamu menangis
Kembali Ke Daftar Puisi

Puisi Ibu 5 - Apabila Saya Merantau

bila saya merantau lantas datang musim kemarau
sumur-sumur kering, daunpun gugur berbarengan reranting
cuma mata air airmatamu, ibu, yang terus lancar mengalir

apabila saya merantau
enak kopyor susumu serta ronta kenakalanku
di hati ada mayang siwalan memutikkan sarisari kerinduan
karena hutangku padamu tidak kuasa kubayar

ibu yaitu gua pertapaanku
serta ibulah yang letakkan saya di sini
waktu bunga kembang meyemerbak bau sayang
ibu menunjuk ke langit, lalu ke bumi
saya mengangguk walau kurang mengerti

apabila kasihmu seperti samudera
sempit lautan teduh
tempatku mandi, membersihkan lumut pada diri
tempatku berlayar, menyebar pukat serta melempar sauh
lokan-lokan, mutiara serta kembang laut seluruhnya bagiku
bila saya turut ujian lantas di tanya perihal pahlawan
namamu, ibu, yang kan kusebut paling dahulu
karena saya tahu
engkau ibu serta saya anakmu
Kembali Ke Daftar Puisi

Puisi Ibu 6 - Ibu Kaulah

Ibu, kaulah gua teduh
tempatku bertapa bersamamu
demikian lama

Kaulah kawah
dari tempat mana saya meluncur
dg perkasa

Kaulah bumi
yang teregelar lembut bagiku
melepas capek serta nestapa

gunung yg melindungi mimpiku
siang serta malam

mata air yg tidak brenti mengalir
mmbasahi dahagaku

telaga tempatku bermain
berenang serta menyelam

Kaulah ibu, laut serta langit
yg melindungi lurus horisonku

Kaulah ibu, mentari serta rembulan
yg mengawal perjalananku
mencari jejak sorga
di telapak kakimu

Tuhan, saya bersaksi
ibuku sudah melakukan amanatMu
mengemukakan kasihsayangMu
jadi kasihilah ibuku
bagai Kau mengasihi kekasih-kekasihMu
Amin
Kembali Ke Daftar Puisi

Puisi Ibu 7 - Pesan Sang Ibu

Ketika saya menyarungkan pedang
Serta bersimpuh diatas pangkuanmu,
Tertumpah rasa kerinduanku pada sang Ibu
Tangannya yang halus mulus membelai kepalaku, bergetarlah semua jiwa ragaku Musnahlah semua api semangat juangku
Akan tetapi sang Ibu berkata

” Anakku sayang, jika kakimu telah mengambil langkah di dalam padang, tancapkanlah kakimu dalam2 serta tetaplah selalu bergumam karena gumam yaitu mantra dari dewa-dewa, gumam memiliki kandungan beberapa ribu arti. ”

“Apabila gumam telah menyatu dengan jiwa raga, jadi gumam bakal beralih jadi teriakan-teriakan. Yang nanti bakal beralih jadi gelombang salju yang besar yang nanti bakal dapat merobohkan isrtana yang penuh kepalsuan gedung-gedung yang ditempati golongan munafik”

“Tatanan negeri ini telah hancur Anakku”
“Dihancurkan oleh sang penguasa negeri ini Mereja cuma dapat bersolek di depan kaca namun biarkan punggungnya penuh noda serta penuh lendir hitan yang baunya kemana mana

Mereka senantiasa menyemprot kemaluannya denang minyak wangi luar negeri
Diluar berbau wangi didalam penuh dengan bakteri
Serta hebatnya sang penguasa negeri ini pintar bermaniin akrobat

Badannya dapat dilipat-lipat yang pada akhirnya. pantat serta kemaluannya sendiri dapat dijilat-jilat
Anakku jika pedang telah dicabut jangan sampai surut jangan sampai bicara masalah menang serta kalah, karena menang serta kalah hanya mimpi-mimpi, mimpi-mimpi nampak dari suatu hasrat,
Hasrat hanya suatu impian, yang bakal melahirkan harta serta kekuasaan.

Harta serta kekuasaan hanya balon-balon sabun yang terbang di udara
Anakku asahlah pedangmu, bawalah mereka bertarung di dalam padang, lantas tusukkan pedangmu di tengah-tengah selangkangan mereka.
Biarlah darah tertumpah di negeri ini
Kembali Ke Daftar Puisi

Ibu tidak akan tergantikan oleh siapa pun didunia ini, karena olehnya kita bisa merasakan kasing sayang yang beliau berikan hanya untuk melihat kita bahagia. Dalam kondisi apapun, situasi apapun ibu akan melakukan yang terbaik untuk anaknya. Semoga puisi ibu singkat terbaru diatas dapat menjadi renukan buat kita sebagai anak untuk terus berbakti dan menghormati beliau sepanjang hidupnya.

Advertisement