Puisi Perjuangan Hidup Indah Terbaru 2016

Advertisement
Advertisement
Puisi perjuangan adalah curahan hati seorang sastrawan yang dilakukan melalui rangkaian kata berupa puisi yang berisi tentang perjuangan dan semangat hidup. Puisi ini bisa berisi tentang perjuangan-perjuangan para pahlawan atau bisa juga berisi tentang semangat hidup seseorang. Perjuangan para pahlawan sudah sepatutnya diberikan apresiasi tinggi, dan cara sastrawan memberikan penghargaan pada para pahlawan yaitu dengan cara membuat karya puisi bertemakan perjuangan pahlawan.

Hidup adalah perjuangan, itulah kata kata motivasi yang sering kita dengar. Perjuangan dalam hidup tidak harus melawan para penjajah, perang dan hal-hal lain yang berhubungan dengan pengorbanan fisik. Perjuangan yang lebih berat pada kehidupan seorang manusia adalah berjuang melawan dirinya sendiri.

Diri seorang manusia secara garis besar terbagi kepada dua komponen, yang pertama adalah hati dan yang kedua adalah nafsu. Hati beripihak pada kebaikan dan nafsu cenderung memihak kejelekan. Kebanyakan manusia lebih mengikuti nafsu ketimbang hatinya, dan perjuangan manusia melawan dirinya sendiri itu berarti manusia yang berusaha menetralisir kehendak nafsu dengan hati nuraninya.
Puisi Perjuangan
Pertikaian besar yang ada dalam diri seseorang akan lebih nyata bila dituangkan dalam sebuah puisi perjuangan. Kehandalan seorang sastrawan dalam penggambaran pertikaian diri melalui sebuah puisi menjadi sesuatu yang sangat menarik untuk dinikmati. Selain itu puisi perjuangan yang berisi perjuangan para pahlawan juga dapat menumbuhkan rasa lebih menghargai pada perjuangan mereka. Kita sebagai pembaca akan lebih tersentuh dengan cerita yang disuguhkan oleh para sastrawan mengenai perjuangan-perjuangan para pahlawan kita dalam bentuk puisi.

Seorang sastrawan yang membuat puisi perjuangan haruslah tahu betul pada sejarah, mereka juga harus memahami perjuangan berat yang pahlawan hadapi demi terwujudnya cita-cita bangsa yang merdeka. Niat tulus seorang pahlawan kemerdekaan sama halnya dengan niat suci seseorang yang memerangi hawa nafsunya sendiri. Kesucian hati adalah perlambangan dari kebajikan, nafsu dan hati ada pada satu tubuh dengan fungsi yang kontras. Keadaan tersebut menjadikan inspirasi tersendiri bagi seorang sastrawan hingga menghasilkan puisi perjuangan yang indah.

Puisi Perjuangan Hidup Indah Terbaru 2014 :

Judul Info
Puisi Perjuangan 1 - Mari Ganding Tanganku Klik Disini Untuk Membaca
Puisi Perjuangan 2 - Pencarian Klik Disini Untuk Membaca
Puisi Perjuangan 3 - Tariqul Iman Klik Disini Untuk Membaca
Puisi Perjuangan 4 - Biarlah Dia Pergi Klik Disini Untuk Membaca
Puisi Perjuangan 5 - Demokrasi Itu Sudah Lama Mati Klik Disini Untuk Membaca
Puisi Perjuangan 6 - Janganlah Di Sini Berhenti Klik Disini Untuk Membaca
Puisi Perjuangan 7 - Hormatku Tertumpah di Balik Tembok Klik Disini Untuk Membaca
Puisi Perjuangan 8 - Yang Terhapus serta Terbuang Klik Disini Untuk Membaca
Puisi Perjuangan 9 - Pemuda Untuk Perubahan Klik Disini Untuk Membaca
Puisi Perjuangan 10 - Perjuangan Tidak Pasti Klik Disini Untuk Membaca

Puisi Perjuangan 1 - Mari Ganding Tanganku

Selamat datang adik!
Mari duduk di sisi
Kita lanjutkan diskusi
Bukanlah diskusi menguber kerusi
Bukanlah lumayan diskusi mengayam mimpi
Namun diskusi sira’ ul fikri!

Sengseng lengan bajumu!
Mari gandeng dengan tanganku
Bukanlah buat menghayun tinju
Bukanlah lumayan buat menuai pemicu
Namun buat melakar sejarah
agar umat tak akan parah
Lewat kifah di medan siyasah!

Kembali Ke Daftar Puisi

Puisi Perjuangan 2 - Pencarian

Ke hulu, ke hilir ku jalan,
mencari hala maksud,
menongkah arus kehidupan,
mengetahui watak serta fungsi,
membongkar hakikat penciptaan,
meneroka keindahan,
menimba pengetahuan serta pengalaman.

Ke hulu, ke hilir ku berkelana,
adakalanya ku terlena,
ada masanya ku kagum,
tertipu dek situasi,
yang pada hakikatnya hanya fatamorgana.

Pencarian ini bakal diteruskan,
dengan seribu doa serta harapan,
mendamba ampunan,
serta panduan selama jalan,
supaya daku tidak ketinggalan,
supaya daku tidak kerugian,
supaya nantinya di penghujung jalan,
daku berbarengan muqarrabin serta kelompok kanan
Kembali Ke Daftar Puisi

Puisi Perjuangan 3 - Tariqul Iman

Untuk mereka yang berkata ;
”Tuhan itu cuma suatu fiksi
Dunia ini jadi dengan sendiri
Alam ini azali serta abadi

Apa yang ada cuma sintesis
dari dailektika materi. ”
Bukankah mereka terfikir, bila ;
Untaian mutiara di leher

kerana ada tiram di lautan
Secangkir madu di meja makan
kerana ada lebah di hutan
Aliran air di sungai
kerana ada hujan di pergunungan.
Kenapa tidak?

Ada alam yang terbatas
serta sama-sama bergantungan
jadi sinyal ada Tuhan.
Bila mereka masih tetap berkata ;

”Tuhan itu tiada
kerana saya tidak pernah melihatNya. ”
Berikan khabar senang buat mereka
bahawa dinding pemisah
pada mereka serta Tuhan
penghijab pandangan
cuma senipis kain kafan
Kembali Ke Daftar Puisi

Puisi Perjuangan 4 - Biarlah Dia Pergi

Biarlah dia pergi
kelak kan datang seribu penganti
perjuangan ini penuh mehnah
cuma untuk dia yang tabah.

Sengsara melalui jalan muflih
bukanlah dunia yang akan dicapai
sabar serta Iman penguat tatih
langkah bertongkat pemikiran jernih.

Putus lengan berpaut siku
putus siku bergayut bahu
maut tidak di ambil tahu
dalam mencari redha Yang Satu.
Ini madah orang berjuang
balasungkawa untuk mereka yang tercicir
Kembali Ke Daftar Puisi

Puisi Perjuangan 5 - Demokrasi Itu Sudah Lama Mati

“… matinya demokrasi. ”
Judul besar Harakah Daily
menemani kemenangan Dr Zambry.

Mengapa?
Baru sedar saat ini?

Untuk kami
demokrasi itu sudah lama mati
mulai sejak hari pertama nampak di bumi
terpancut dari rahim ibunya, akidah sekularisme
yang sudah dibidani cendikiawan syaitan
dalam kegelapan zaman pertengahan.

Yang saat ini merayau berjalan
hanya hantu jelmaan
tidak ada berruh tidak ada bertuhan.

Merasuk serta membaham
mereka yang tenggelam
di lautan pemikiran kelam

Meskipun ikhlas berkiprah
sayang tidak terang fikrah
tidak memahami tariqah.

Kita yaitu mangsa kejahatan demokrasi
siluman menyembunyi jatidiri
dipandang cuma simata cermat.

Ayuh teman dekat!
Terlanjur kau sudah sedar kini
demokrasi itu sudah mati
bangkainya, mari kita keduanya sama campakkan
ke pendam yang paling dalam
tanpa ada bunga tanpa ada nisan
di lembayung malam histori silam
Kembali Ke Daftar Puisi

Puisi Perjuangan 6 - Janganlah Di Sini Berhenti

Ayuh, pemuda Medan Tahrir
janganlah disini kau berhenti
buah ranum itu di depan lagi
bekas sedikit derap kaki
kan kau petik pasti.

Buah duri tiga dekad meluka
sudah kau campakkan ke neraka
sudah tumpul busuk duri kuasanya
dihurung tidak suka serta hina.

Janganlah kau jamah pula
buah kebebasan hidangan sekular
itu cuma ilusi bahagia
sesaat pesona
selama-lamanya derita
darah tertumpah
dikhianat leka.

Walaupun kulit selembut sutera
titis sarinya sembilu menghiris
walaupun warna menyilau mata
gebu putih getahnya melepuh bengis.

Ayuh, pemuda Medan Tahrir
janganlah disini kau berhenti
buah ranum itu di depan lagi
bekas sedikit derap kaki
kan kau petik pasti.

Aromanya harum kasturi
senafas kau hidu
sejahtera tercantas kan bertaut lagi.

Sarinya lazat bergizi
setitis kau teguk
mulia hilang kan ditemu kembali

Berisi manis sekali
sehiris kau rasa
zalim terbuang tak akan bertukar.

Ayuh, pemuda Medan Tahrir
buah ranum itu tengah menanti
buat kau petik pasti
disana derap kaki
mesti berhenti
Kembali Ke Daftar Puisi

Puisi Perjuangan 7 - Hormatku Tertumpah di Balik Tembok

Pabila nada kau kehilangan bunyi
buntu berdepan nyaring nada kami
tangan kau juga melafas lantang
nada di kerongkong yang tersengkang

Kau menekup keras mulut kami
cuba merendam nada nyaring tinggi
sesudah hitam makar kau dibakar hancur
merah hati kau juga disambar lecur.

Lontaran tangan kau bertemura keras
sesudah tajam kata kami menoreh merih
memancut darah kau menyembur deras
meronta-ronta di puncak jerih pedih.

Saat sebelum kaku menimpa tiba
kau kuatir berbicara
dari lidah tangan kecewa.

Kami?
Eh, pada badan diduga kerdil ini
darah berani masih tetap laju lari?
Kembali Ke Daftar Puisi

Puisi Perjuangan 8 - Yang Terhapus serta Terbuang

Kapitalisme!

Apabila tiba waktumu
Saya mahu kau tahu
Tidak seseorang kan tersedu
Tidak lumayan saya!

Tidak butuh kau tangisi
Sorak-sorai itu.

Kau itu panduan songsang
Dari sampah peradaban terbuang.

Agar rontamu kuras nafasku
Tetapku heret kau untukku cincang
Ku hapus ku buang.

Mahu ku tatap
Khilafah berdiri!

Walaupun sehari
Saat sebelum darahku
Henti lari.
Kembali Ke Daftar Puisi

Puisi Perjuangan 9 - Pemuda Untuk Perubahan

Indonesia Menangis
bahkan juga tercabik
dengan hebatnya penguasanya korupsi
tidak perduli rakyatnya mengemis

Kesejahteraan tinggallah angan
keadilan hanya khayal
kemerdekaan sudah terjajah
yang tersisah cuma kebodohan

Indonesiaku, Indonesia kalian
janganlah cuma tinggal diam kawan
mari menyatu ambillah peranan
juga sebagai pemuda buat perubahan
Kembali Ke Daftar Puisi

  Puisi Perjuangan 10 - Perjuangan Tidak Pasti

Teriknya mentari menyentuh kalbu
Tidak merasa angin merambah rasa
Cuma merasa peluh merambah jiwa

Ku cobalah mengambil langkah kesana
Tidak jua ku dapatkan satu hal
Ku langkahkan kembali kakiku
Namun ku masih tetap tidak dapatkan suatu hal itu

Waktu ku berhenti tuk bersandar
Ku memohon serta berserah
Apa saya diberi suatu peluang
Tuk dapat hidup nyaman

Oh tuhan
Perjuangan ini sungguh meresahkan
Perjuangan ini sungguh membingungkan
Perjuangan ini tidak temukan jalan
Kaki tidak kuat buat melangkah

Jiwa tidak kuat buat bangun
Hati tidak mampu buat merasa
Otak tidak dapat buat berfikir

Hidupku
Mengapa kau ditakdirkan bagai ini
Cuma mengharapkan dari perjuangan yang tidak pasti
Hidup ini merasa sangatlah membingungkan
Kembali Ke Daftar Puisi

Lewat blog ini, kami bermaksud untuk berbagi puisi perjuangan hidup karya sastrawan ternama dan sastrawan-sastrawan baru. Besar harapan kami dengan puisi yang kami bagikan ini dapat bermanfaat bagi semua pembaca. Puisii ni diharapkan bisa menjadi pemicu gairah juang pada masing-masing diri yang membacanya.

Advertisement