Puisi Alam Indonesia Hari Ini Terbaru 2016

Advertisement
Advertisement
Puisi alam adalah rangkaian kata kata yang membentuk sebuah karya sastra puisi dimana di dalamnya berisi pengagungan terhadap salah satu ciptaan tuhan berupa alam raya. Yang paling banyak menginspirasi sastrawan dalam membuat puisi alamnya adalah tentang apa yang mereka lihat di atas bumi.

Misteri tidak selamanya mengenai sesuatu yang tidak tampak, bumi dan alam raya yang kita tempati pun masih menyimpan berjuta misteri. Misteri-misteri alam inilah yang membuat sastrawan tergerak pikirannya untuk membuat karya sastra berupa puisi. Sebuah puisi akan semakin indah bila puisi puisi tersebut mengungkapkan kemisterian dalam bentuk kata kata keakraban.

Seorang sastrawan begitu tertariknya ia pada hujan, sehingga membuat puisi tentang hujan. Dia mengibaratkan hujan adalah sebagai simbol cinta sejati antara langit dan bumi. Langit yang selalu rindu pada bumi dibuktikan dengan tetesan air hujan hingga membasahi tubuh bumi, lalu bumi membalasnya berkat air hujan tersebut dengan mengutus pepohonan yang menjulang tinggi berusaha menggapai langit.
Puisi Alam
Menurut kami ada persamaan antara alam dengan puisi, alam menjadi indah ketika dia selalu menyimpan sebuah misteri, begitu pula dengan puisi. Puisi yang indah adalah puisi yang tidak mudah untuk dipahami. Alam dan puisi memerlukan perenungan yang lebih mendalam agar bisa mendapatkan makna yang terkandung di dalamnya. Bagi kami alam merupakan maha karya sastra ciptaan tuhan, puisi karya tuhan yang diwujudkan dalam bentuk alam semesta.

Pemaknaan yang mendalam tentang alam akan menghasilkan perilaku yang baik. Bagaimanapun kita sebagai manusia adalah merupakan salah satu bagian dari alam. Jika alam kita rusak itu berarti manusia yang ada disekitarnya pun rusak. Pentingnya menjaga alam sama pentingnya dengan menjaga diri sendiri dan keluarga. Dan para sastrawan mendakwahkan untuk selalu sadar akan hal itu melalui puisi.

Ada banyak puisi yang telah diciptakan oleh para sastrawan terkemuka dan beberapanya akan kami tampilkan pada artikel puisi ini. Melalui puisi alam yang ada pada artikel ini diharapkan dapat menyadarkan para pembaca akan pentingnya memelihara lingkungan sekitar. Dibawah ini merupakan beberapa puisi tentang alam yang dapat di simak pada tabel.

Puisi Alam Indonesia Hari Ini Terbaru 2014 :

Judul Info
Puisi Alam 1 - Buram Klik Disini Untuk Membaca
Puisi Alam 2 - Senja Temaram Klik Disini Untuk Membaca
Puisi Alam 3 - Mentari Klik Disini Untuk Membaca
Puisi Alam 4 - Hijau Pohon Menghilang Klik Disini Untuk Membaca
Puisi Alam 5 - Pohon Kehidupan Klik Disini Untuk Membaca
Puisi Alam 6 - Kawan Hijau Klik Disini Untuk Membaca
Puisi Alam 7 - Kemana Hutanku Klik Disini Untuk Membaca
Puisi Alam 8 - Sawah Klik Disini Untuk Membaca
Puisi Alam 9 - Desir Ombak Klik Disini Untuk Membaca
Puisi Alam 10 - Alam Semesta Klik Disini Untuk Membaca

Puisi Alam 1 - Buram

cemara gemulai menari lemah tanpa ada daya
sepoi angin mendesau mengibas selendang yang terbang
ke muka letih ini
tatap mata duka terpancar dingin membeku
mengikis kisi kisi hati yang semakin melemah
tidak tau apa makna kepura puraan

saya terdiam di hening senja
tidak dapat bicara atas apa yg terjadi
menampik semua prasangka
yang didugakan

setinggi apa dapat bertahan
dari sangkaan yang tidak dikerjakan
haruskah senantiasa tercekam dalam ketakutan
tanpa ada dapat berbuat apa

hidup yaitu hidup,
kenapa budak harus diam kaku
dalam istana

Kembali Ke Daftar Puisi

Puisi Alam 2 - Senja Temaram

senja temaram sinar berpendar dikaki langit
saya melihat takjub, di tepi pantai yang
berkaca pada langit biru.
di sini saya berdiri terima hembusan angin,,,, serta juga
dengarkan deburan ombak yang menghantam tebing
curam bebatuan

terkesiap saya waktu mendengar gema suaraku
karna kuteriak,,, engkau di mana.
waktu kuteriak menghempas amarah yang kutanya
waktu remukku tidak lagi berasa remuk

hati mulai kejam tanpa ada kata,
tanpa ada bicara
menghimpit sgala rasa tuk ditenggelamkan ke laut cina
tuk dihempaskan pada gemuruh samudra

dalam diam kuterpekur tidak ada lagi jiwa yang kerdil
tidak lagi kurasa duka berbarengan
kutemukan kebahagiaan cuma karnamu
cuma engkau Tuhan tempat meminta
di mana saya bersimbah airmata
membersihkan semua luka, duka nestapa

deburan ombak beralih jadi nyayian indah
waktu ku mendengar panggilanmu
Yaa Rabb, buat jadi saya wanita sebagus baik yang engkau kehendaki
Kembali Ke Daftar Puisi

Puisi Alam 3 - Mentari

 waktu mentari turun keperaduan
rembulan mulai malu malu menampakan dirinya
nada binatang malam perlahan-lahan mulaibersahutan
saya bergidik mulai resah coba tenang
kupanjatkan doa buat keluarga serta sahabat2 muslim
ku renungi diri di kegelapan malam
demikian banyak halangan menghambat jalanku
namun apa yang kutakutkan
saya cuma menggerakkan hidup ini
sembari berusaha

kenapa mesti takut bakal malam sementara
besok mentari kan ada lagi
tidakkah langkah rezki pertemuan mautpun
sudah Engkau tentukan
yaa Rabb a ampuni semua dosa yang kuperbuat
yang tersembunyi serta yang terang2an
yang kusengaja serta yg tidak kusengaja
ampuni saya Yaa Rabb
Kembali Ke Daftar Puisi

Puisi Alam 4 - Hijau Pohon Menghilang

Hijau daunmu menyejukan
Menari-nari oleh angin
Sebagian helai melayang gugur
Terkubur ditanah tempatku berpijak

Dinginnya hujan tidak mematikanmu
Teriknya mentari tidak menyakitimu
Kuatnya angin tidak menombangkanmu
Kau hebat serta inginku sepertimu

Kau demikian berarti
Sampai kaki-kaki menghampiri
Sesekali mengambil yang ada padamu
Lalu berulang-kali tanpa ada peduli
Mereka yang berasa bahagia karenamu

Tidak berpikir disebabkan keserakahan
Sedikit kau juga lenyap
Serta kehancuran mulai menerka
Banjir menghanyutkan kehidupan

Bumi makin kesakitan
Flora-Fauna serentak menangis
Inginkan alam kembali
Kau jiwa-jiwa yang keras

Cairkanlah pemikiranmu
Fikirkan kesenangan yang kau dapati
Serta balas itu, pada akar pohon yang mati
Kembali Ke Daftar Puisi

Puisi Alam 5 - Pohon Kehidupan

Lihatlah sayang
Begitu tandusnya aku
Dedaunan yg dahulu rimbun,
saat ini gugur ke tanah serta membusuk disana
Dahan-dahanku patah,
terpuruk diinjak jaman
Ranting-ranting kecilku habis, diterjang angin
Akar-akarku juga tidak lagi dapat menembus tanah buat menghisap sari kehidupan

Lihatlah sayang
Batang badanku yang rapuh
Saya kekeringan di tengah-tengah rimba rimba
Sebentar lalu saya bakal rubuh serta terhempas di tanah
Lalu mereka bakal membelah-belah badanku jadi kayu bakar buat menghangatkan badan-tubuh yang kedinginan
serta buat menyajikan makanan untuk perut-perut lapar

Lihatlah Sayang
Saya pohon kehidupan yang dapat berikan kehidupan, walau saya tidak rasakan lagi apakah itu makna kehidupan

Karya Teman Dekatku : Irmayani Fransiska Simatupang
Kembali Ke Daftar Puisi

Puisi Alam 6 - Kawan Hijau

Laksana hujan turun, sekianlah hijaumu jatuh ke tanah lapang
Batang untuk batangmu rubuh, seperti batu ke jurang
Untuk senang, untuk mau, untuk tamak, untuk berang
Kilauanmu sirna berbarengan hawa fresh tenang

Sayu mayu di musim semi, saat ini kering tidak berpenghuni
Naungan habitat yang dahulu seri, saat ini sudah jadi sepi
Beberapa ratus, beberapa ribu, bahkan juga jutaan hilang cuma buat mimpi
Mimpi bangun peradaban yang ada kini

Kenapa mesti melawan waktu dapat berkawan
Walaupun telah sirna akan tetapi terus bisa menawan
Janganlah dibiarkan jadi masa lalu, anak cucu sekalian
Akan tetapi biarlah hijau-hijau itu terus jadi warisan

Marilah kawan marilah rekan, belum waktunya buat menyerah
Kekayaan alam bisa di gunakan namun janganlah dibiarkan lemah
Bumi sudah kepanasan, janganlah dibiarkan terus jadi resah
Jagalah karya Yang Kuasa, supaya terus jadi sumber hidup nantinya
Kembali Ke Daftar Puisi

Puisi Alam 7 - Kemana Hutanku

hutan
kaulah sumbu kehidupan
kau payungi aku
dari teriknya matahari
yang menyiksa badan ini

hutan
kau membantuku leluasa bernapas
kau ikat polusi polusi udara
dengan daun daunmu yang rindang
kau demikian bermanfaat untuk manusia
beberapa ratus liter air tersimpan didalammu
kesejukan terwujud darimu

hutan
kaulah paru paru dunia
kau tempat berlindung
berjuta juta hewan

namun saat ini
kemana hutanku?
perlahan-lahan tempat kau menghilang
kau tidak kulihat lagi
pohon pohon yang kokoh
kau gundul tidak tersisa

saat ini
tangan tangan jahil sudah meraja lela
mereka menebangmu
mereka menyakitimu
tanpa ada hati serta perasaan
Kembali Ke Daftar Puisi

Puisi Alam 8 - Sawah

pada sore ini
mengumpulkan yang cahayanya
sudah pecah nan senja
disaat berburung
berterbangan di awanan

sawah tersusun dilereng gunung
berpagar dengan bukit barisan
sayup sayup ujung keujung
padi muda hijau berdandan
bagai satu jama'ah tanpa ada iman

didanau perawan duduk menyulam
mata melihat padi huma
sekali sekali ia bermalam
dipetik hati muda pada batangnya

bila turun pipit berkawan
merayap sampai di mayang padi
terdengar teriak nada perawan
menyuruh pipit menghindari diri

kenapa engkau ayuhai pipit
tidak tau makna iba kasihan
tubuhku payah memikul sakit
mencucur keringat selama zaman
padi ku pupuk mulai sejak semula
engkau tahu mengonsumsi saja
Kembali Ke Daftar Puisi

Puisi Alam 9 - Desir Ombak

desir deru ombak…
gelapnya malam…
gemiricik air…
nada dedaunan yang tertiup angin…
tangis merpati…
yaitu bisikan puisi alam…
musik indah yang hiasi hidup ini…

gejolak rindu, ingin, cinta…
jiwa yang semangat, penuh impian…
tangisan rindu…
gelak tawa, senyuman dengan penuh keikhlasan…
cahaya mata…
gestur badan dengan semua aura anda…
yaitu suara indah kidung jiwa…
rahasia kehidupan
yang terbang dengan sayap keindahannya
ke pangkuan anda…

dengannya…
hidup indah tidak berperi…
Kembali Ke Daftar Puisi

  Puisi Alam 10 -Alam Semesta

Laksana bln., inspirasiku memancar terang
Laksana air, ide-ideku mengalir
Laksana pelangi, imajinasiku berwarna-warni
Laksana elang, nalarku terbang melayang
Laksana pohon cemara, kata-kataku berbaris indah
Laksana lautan, benakku menaruh tinta pengetahuan
Laksana alam, karyaku membuka rahasia Tuhan

Kata-kataku selalu tertata
Walau kata mereka kata-kataku tidak enak dibaca
Kata-kataku bakal terus terdaftar pada lembaran
Walau kata mereka kata-kataku tidak layak memperoleh pujian
Kata-kataku bakal makin tersusun
Walau kata mereka kata-kataku culun
Kata-kataku bakal selalu tersingkap
Walau kata mereka kata-kataku tidak cocok tata bhs yang tepat
Kata-kataku pasti terwujud
Walau kata mereka kata-kataku hanya kata

Lantaran matahari terus terbit
Walau beberapa orang terasa panas
Lantaran bln. terus hadir
Walau terkadang cahanya redup
Lantaran air terus mengalir
Walau sifatnya terkadang bau pesing
Lantaran lautan terus menggerakkan ombaknya
Walau beberapa orang terasa ngeri
Lantaran alam terus membentangkan kesejehteraannya
Walau beberapa orang mencabik-cabiknya

Kenapa engkau tidak mau membenahi kata
Sesaat arti terselip dibalik kata
Kenapa engkau tidak mau membenahi kata
Sesaat kata bentuk dari pengetahuan
Kenapa engkau tidak mau membenahi kata
Sesaat kehidupan ditata oleh kata

Kenapa engkau tidak mau membenahi kata
Sesaat seorang bakal luluh dengan kata
Kenapa engkau tidak mau membenahi kata
Sesaat yang dimimpikan dapat dicapai dengan kata
Kenapa engkau tidak mau membenahi kata
Sesaat kata bakal meniadakan air mata

Kenapa engkau tidak mau membenahi kata
Sesaat kata yaitu sumber kekuatan
Kenapa engkau tidak mau membenahi kata
Sesaat kata juga sebagai bukti engkau bisa
Kenapa engkau tidak mau membenahi kata
Sesaat dengan kata Tuhan juga dapat digoda

Tidak bakal ada gerakan
Tidak bakal ada perubahan
Tidak bakal ada pengetahuan
Tidak bakal ada peradaban
Bahkan juga, tidak bakal ada kehidupan
Bila engkau tidak membenahi kata
Bila engkau tidak berkarya
Akan tetapi, tidak bakal ada karya
Bila engkau tidak mengikuti karya alam
Kembali Ke Daftar Puisi

Kesadaran yang timbul dari hati akan sangat bermanfaat bagi dirinya dan seluruh orang yang ada disekitarnya, dan tujuan diciptakannya puisi alam pun untuk mengetuk kesadaran hati para pendengarnya. Itulah beberapa kumpulan puisi alam Indonesia terbaru yang bisa dimanfaatkan untuk keperluan masing-masing.

Advertisement